Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit hadir sebagai saksi kasus untuk terdakwa Bripka RR, Bharada E, dan Kuat Ma'ruf pada Senin (21/11/2022).
Dalam kesempatan itulah terungkap rumah Ridwan bersebelahan dengan rumah Duren Tiga tempat Brigadir J ditembak. Namun Ridwan juga mengklaim tidak mendengar suara tembakan berkali-kali yang berakhir menewaskan Brigadir J.
"Saudara mendengar suara tembakan itu?"
"Kami tidak mendengar, Yang Mulia."
Ridwan mengaku sedang dalam kondisi sakit dan memerlukan istirahat. Meski sebenarnya pada hari Jumat (8/7/2022) itu Ridwan sudah berniat untuk kembali bekerja, tetapi akhirnya batal karena kondisi tubuh yang masih drop.
Saat beristirahat itulah penembakan diduga terjadi. Sebab sekitar pukul 17.30 WIB, Ridwan menerima telepon dari Audi, sopirnya, yang mengabarkan bahwa Ridwan dipanggil Ferdy Sambo.
Menurut Ridwan, ia diburu-buru oleh Audi agar segera datang ke rumah Sambo. "Saat saya turun ke bawah, ketemu Audi, saya tanya kembali 'Ada apa Audi?' (dan dijawab) 'Tidak tahu, Ndan'," terang Ridwan, dikutip pada Selasa (22/11/2022).
Ridwan kemudian mendatangi rumah Duren Tiga dan menemukan jenazah Brigadir J sudah tergeletak. Ridwan lalu memanggil tim olah TKP dan setelahnya sempat meminta keterangan dari Audi untuk mengonfirmasi kabar terjadinya baku tembak di rumah Duren Tiga.
"Setelah olah TKP berjalan, saya keluar saya tanya, 'Kamu di mana saat itu?' (Dijawab Audi) 'Kami stand by di pos security', itu sudah menjadi rutin saat dia stand by," terang Ridwan di hadapan majelis hakim.
"(Saya bertanya) 'Kalian mendengar nggak ada bunyi tembakan? Karena kejadian tembakan banyak di dalam itu, kalian dengar nggak?' (dijawab) 'Kami tidak dengar bunyi tembakan saat itu, yang jelas kami cuma dengar bunyi petasan, tidak ada perbedaan'," sambungnya.
"Hampir tidak ada perbedaan buat bunyi petasan dan suara tembakan?" tanya Hakim Wahyu Iman Santoso memastikan.
"Iya, bagi mereka (Audi)."
Ridwan juga menjelaskan, saat itu memang sedang ramai suara petasan dari kompleks Polri maupun kompleks sipil yang terletak tidak jauh dari sana. Bahkan suara petasan ini sudah dimulai sejak sebelum waktu Salat Jumat.
"Memang Saudara tidak mendengar atau Saudara lagi tertidur?" tanya Hakim Wahyu.
"Saya tertidur. Mohon izin Yang Mulia, saya menyampaikan tambahan, sebelum Jumatan dan setelah Jumatan memang ramai bunyi petasan. Di kompleks Polri dan di sebelah ada kompleks sipil."