Olah Limbah Kepala Udang Jadi Camilan,Titik Mampu Raup Omset Rp 28 Juta

Metro Suara.Com
Minggu, 24 Juli 2022 | 19:44 WIB
Olah Limbah Kepala Udang Jadi Camilan,Titik Mampu Raup Omset Rp 28 Juta
Titik Mariasih membuat makanan ringan dari limbah kepala udang (suara.com)

Metro, Suara.com- Limbah kepala udang, yang lazimnya hanya menjadi sampah tidak bermanfaat dan menimbulkan bau tidak sedap jika sudah membusuk, ternyata menjadi sumber rezeki Titik Mariasih (41). Berkat ketekunanya kini dalam sebulan Titik mengaku meraup omzet sebesar Rp28 juta. 

Warga Desa Muliyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, ini berhasil mengolah limbah kepala udang menjadi makanan ringan. 

Makanan ringan kepala udang karya Titik menarik perhatian beberapa pengunjung pameran UMKM yang digelar organisasi rumah kreatif di Balai Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Sabtu (23/7/2022).

"Ini limbah kepala udang, saya manfaatkan menjadi makanan ringan dan menjadi sumber penghasilan bagi saya," ucap perempuan kelahiran 1982 itu seperti dilansir SuaraLampung.id.

Berawal dari iseng, pengolahan limbah kepala udang bermula saat suami Titik membawa limbah kepala udang untuk pakan ternak bebek.

"Dulu awalnya 2019 suami saya bawa satu ember kepala udang untuk pakan bebek, tapi saya coba ambil seperlunya saya olah, ehhh malah disukai anak anak saya," kata Titik.

Titik mendapatkan limbah kepala udang itu dari sebuah perusahaan pengolah udang dengan gratis.

Seiring waktu, kegiatan iseng mengolah limbah kepala udang justru menjadi penghasilan tetap untuk kebutuhan sehari hari. Bahkan Titik bisa memperkerjakan tujuh orang dengan upah sehari Rp70 ribu per orang.

Tujuh pekerja yang direkrut Titik tidak lain adalah tetangga sekitar untuk membantu pengolahan limbah kepala udang. Mereka bertugas menghilangkan organ kepala yang tidak layak, dan melakukan pemasakan dengan cara digoreng.

Baca Juga: UMKM Lokal Ikut Promosi di Citayam Fashion Week

Lalu Titik mengemas makanan ringan dari limbah kepala udang dari ukuran satu ons hingga 0,5 kilo, menyesuaikan pasar. Ukuran kecil makanan limbah udang dijual dengan harga Rp5 ribu. Sasarannya adalah anak-anak dan toko yang dekat dengan sekolah. Sementara ukuran 0,5 kilo sasaran pasar toko toko besar seputaran Lampung Timur.

"Untuk ukuran 0,5 kilo dengan harga Rp25 ribu. Sudah ada pelanggan tetap bahkan ada pelanggan saya setiap hari pesan bisa seribu bungkus," pungkas Titik Mariasih.

Dalam sebulan, Titik mengaku meraup omzet sebesar Rp28 juta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI