Unesco Serahkan Sertifikat Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Metro

Sabtu, 17 September 2022 | 12:37 WIB
Unesco Serahkan Sertifikat Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kabid Kebudayaan Disdikbud Mewakili Gubernur Lampung menerima Piagam dukungan gamelan sebagai WBTB (Heni)

Metro, Suara.com-Pertunjukan musik berbagai kelompok gamelan bertajuk Mahambara Gamelan Nusantara: Gamelan Indonesia untuk Dunia memeriahkan upacara penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak benda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO, di Halaman Balaikota Surakarta, Jumat malam (16/9/2022). 

Pada kesempatan tersebut Sertifikat UNESCO diserahterimakan melalui Kementerian Luar Negeri kepada beberapa pihak: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Direktur Jenderal Kebudayaan, dan 14 Pemerintah Provinsi pengusul gamelan untuk UNESCO: Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.  Sertifikat asli akan disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penetapan Gamelan oleh UNESCO sendiri diperoleh melalui proses pengusulan yang panjang. Bermula dari inisiatif Rahayu Supanggahyang mengusulkan gamelan untuk dicatat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) dunia; seperti pencapaian wayang, keris, dan batik yang sudah lebih dulu diakui oleh UNESCO.

Pusat Studi Gamelan ISI Surakarta, Aton Rustandi Mulyana. menjelaskan pada tahun 2014, Panggah membentuk tim penyusun naskah akademik dari ISI Surakarta dan Komunitas Garasi Seni Benawa, yang didukung penuh oleh dua lembaga ISI Surakarta dan Yayasan Teladan Utama.  Selanjutnya di Tahun 2017, gamelan dinyatakan sebagai objek WBTB yang diusulkan ke UNESCO oleh pemerintah Indonesia. Nama usulan Gamelan Surakarta dan Jogjakarta kemudian diubah menjadi Gamelan Indonesia. Tim pengusul pun ditambah dengan melibatkan lembaga: Pusat Penelitian Kebijakan Kebudayaan dan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya, dan didukung oleh berbagai komunitas gamelan yang tersebar di Indonesia.

Selanjutnya pada Tahun 2018, Gamelan Indonesia diusulkan secara resmi ke UNESCO sebagai The Representative of the List Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pada 5 Desember 2021,  gamelan akhirnya ditetapkan sebagai The Representative of the List Intangible Cultural Heritage of Humanity. 

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Disdukbud Lampung Heni Astuti turut hadir dalam penyerahan sertifikat UNESCO terseut.

"Saya hadir mewakili Pemerintah Provinsi Lampung pada kesempatan ini dimana Lampung merupakan salah satu dari 14 Provinsi yang juga ikut mengusulkan gamelan ke UNESCO,"jelasnya.

Heni juga mengaku ikut gembira dan bangga dengan penetapan gamelan Indonesia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini Cerita Perajin Gamelan di Desa Wirun Sukoharjo

Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini Cerita Perajin Gamelan di Desa Wirun Sukoharjo

Surakarta | Jum'at, 16 September 2022 | 19:15 WIB

Terkini

Persija Umumkan Kontrak Mariano Peralta di Tengah Perkenalan Shin Tae-yong

Persija Umumkan Kontrak Mariano Peralta di Tengah Perkenalan Shin Tae-yong

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 14:22 WIB

Pengamat: Masyarakat Sipil Belum Cukup Solid untuk Dorong Reformasi 98 Jilid 2

Pengamat: Masyarakat Sipil Belum Cukup Solid untuk Dorong Reformasi 98 Jilid 2

News | Senin, 08 Juni 2026 | 14:21 WIB

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:20 WIB

Maut di Jembatan Bitung: Tokoh Pramuka Banten Tewas Ditabrak Lari Truk, Polisi Buru Pelaku

Maut di Jembatan Bitung: Tokoh Pramuka Banten Tewas Ditabrak Lari Truk, Polisi Buru Pelaku

News | Senin, 08 Juni 2026 | 14:19 WIB

Sinopsis Crossroad, Drama Medis Jepang yang Dibintangi Mio Imada

Sinopsis Crossroad, Drama Medis Jepang yang Dibintangi Mio Imada

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 14:14 WIB

Karhutla 108 Hektare Membara di Bengkalis, Manggala Agni Atur Strategi

Karhutla 108 Hektare Membara di Bengkalis, Manggala Agni Atur Strategi

Riau | Senin, 08 Juni 2026 | 14:13 WIB

Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar

Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 14:10 WIB

Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Cuma Jadi Beban!

Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Cuma Jadi Beban!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 14:02 WIB

Dolar Menggila, Pedagang Elektronik di Makassar Menjerit: Bukan Sepi Lagi, Sangat Sepi!

Dolar Menggila, Pedagang Elektronik di Makassar Menjerit: Bukan Sepi Lagi, Sangat Sepi!

Sulsel | Senin, 08 Juni 2026 | 14:02 WIB

Di Era Digital, Mengapa Banyak Bisnis Cepat Viral tetapi Cepat Tenggelam?

Di Era Digital, Mengapa Banyak Bisnis Cepat Viral tetapi Cepat Tenggelam?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 14:00 WIB