Metro.Suara.com - Meski kondisi cuaca masih sangat ekstrem, sejumlah nelayan di Bandar Lampung, masih tetap nekat melaut meski intensitasnya berkurang dan tidak sesering saat cuaca normal. Hal itu karena menangkap ikan adalah mata pencaharian utama mereka.
Seperti yang diungkapkan para nelayan di pesisir Teluk Betung, Bandar Lampung saat disambangi pada Senin (10/10/2022) siang. Karena tetap nekat melaut dalam kondisi cuaca ekstrem, para nelayan mengaku hasil tangkapan ikan mereka berkurang drastis.
Sebab, selama lebih kurang 10 hari melaut dengan kapal bagan mereka, para nelayan harus menghadapi resiko maut dengan kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di tengah laut.
“Ya tapi mau gimana kondisinya kita harus melaut, karena perekonomian kita bergantung dari hasil melaut. Kita tidak ada pekerjaan lain selain melaut,” ungkap Kholidin, salah satu nelayan di Teluk Betung yang saat disambangi masih bersiap untuk melaut.
Meski ada yang masih melaut, ada juga sejumlah nelayan yang hanya menyandarkan kapalnya di dermaga. Selain karena khawatir melaut saat cuaca ekstrem, mereka juga kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM yang harganya naik dan juga langka.
“Saya sudah beberapa jarang melaut karena selain cuaca ekstrem juga susah dapet BBM untuk kapal,” keluh Niko, nelayan di wilayah Pesisir Teluk Betung dekat Pulau Pasaran.
Meski hasil tangkapan ikan mereka berkurang hingga lima puluh persen, sejumlah nelayan bersikukuh akan terus melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan juga untuk membayar operasional kapal mereka. (*)