“Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan di PPNS, industri, pengrajin kapal kayu, dan sebagainya. Dengan begitu, kerja sama ini mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktik dan pembelajaran berbasis PBL,” ucap Benny.
Selain mendukung pembelajaran mahasiswa di kampus, kolaborasi melalui program Matching Fund Vokasi 2022 ini juga menjadikan dunia pendidikan sebagai motor inovasi reka cipta yang mendorong akselerasi proses hilirisasi teknologi di Indonesia.
Hilirisasi ini dapat terlihat dari salah satu produk hasil pendanaan MF tahun 2021, yaitu “Hilirisasi Produk Transponder RFID Dan Aplikasinya Untuk Inventarisasi Barang” oleh Budi Sugandi dari Politeknik Negeri Batam (Polibatam).
Produk unggulan yang telah dihasilkan melalui kegiatan hilirisasi ini adalah transponder RFID Tag disertai aplikasinya untuk inventarisasi barang. Produk RFID Tag yang telah berhasil dibuat memiliki desain yang unik dengan geometri RFID Tag berbentuk elips.