Kisah Perempuan Putus Sekolah Mengubah Nasib Lewat Program Wirausaha Vokasi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 03 November 2022 | 07:30 WIB
Kisah Perempuan Putus Sekolah Mengubah Nasib Lewat Program Wirausaha Vokasi
Widya sedang mengerjakan rambut salah satu pelanggannya di Salon Studio Kity. (Dok: Kemendikbud)

Suara.com - Bebas memilih jalan hidup adalah kemustahilan bagi Widyaningsih Tri Kusuma Astuti (21). Widya, begitu ia biasa dipanggil, lahir dan besar di tengah keluarga yang kurang mampu. Ayahnya buruh pabrik mebel, ibunya TKW. Ia bahkan terpaksa putus sekolah, mengikuti jejak kedua kakaknya yang bernasib sama, hanya bisa menamatkan sekolah menengah pertama (SMP). 

Saat tak tahu bagaimana harus bertahan hidup,  Widya bahkan nyaris tersesat ke dunia malam yang keras dan mengerikan. Pilihan dunia malam memang terasa berat, tapi apa daya, saat itu Widya tidak ada pilihan lain. Ia tidak memiliki keterampilan, apalagi ijazah.

“Mau kerja apa wong tidak punya ijazah. Jadi ya terpaksa ikut kerja malam,” kata Widya yang menjalani kehidupan malam dengan bekerja di sebuah tempat hiburan malam di Kota Solo. “Tapi saya tetap berusaha cari kerja lain juga,” Widya menambahkan.

Beruntung, di tahun 2018 akhirnya Widya bisa bekerja sebagai buruh pabrik plastik di Solo. Penghasilnya sebesar Rp300.000 per minggu. Merasa kehidupannya akan membaik, memasuki tahun 2019 ia memutuskan menikah diusia muda dengan sang pujaan hati.

Sayangnya, belum setahun bekerja, Widya terkena PHK imbas pandemi Covid-19. Saat itu usianya baru 19 dan ia baru saja memiliki anak. Selama berbulan bulan, kehidupan Widya dan keluarga kecilnya menjadi tak menentu. Apalagi sang suami hanya kerja serabutan, dan sesekali membantu di warung ayam penyet.

Titik balik kehidupan Widya, bermula dari tahun 2020.

Saat itu, ditengah kebingungan bagaimana bertahan hidup Widya tanpa sengaja menemukan brosur kursus program PKW yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yanti Surakarta. Brosur itu dipasang di pos ronda, tidak jauh dari rumah Widya. Berkali kali ia membaca kata demi kata di brosur lusuh itu. Ikut, tidak, ikut, tidak. Seribu satu pikiran berkecamuk di pikirannya yang kalut.

Pada akhirnya keinginannya untuk merubah nasib, mendorong perempuan ini mendaftar.

Tak tanggung tanggung, ia memilih jurusan yang sama sekali baru bagi dirinya yaitu tata kecantikan dan digital marketing. Walau awalnya tersuruk karena kesulitan mengikuti materi materi yang sama sekali tak pernah dikenal, namun Widya tak putus asa. Dengan tekun ia mempelajari semua ketrampilan yang diajarkan oleh instruktur di tempat pelatihan.  “Sudah gratis, pun mendapat bantuan modal usaha,” begitu kata Widya dalam hati, yang semakin memantapkan tekadnya untuk menuntaskan program PKW.

baca juga

Mendirikan salon

Berbekal keterampilan tata kecantikan dan bantuan modal berupa alat dan bahan-bahan keperluan salon, Widya dan empat rekannya kemudian membuka salon kecantikan di rumah salah satu rekannya. Dari keuntungan usaha bersama tersebut, Widya mencoba mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk berdikari dengan mendirikan salon sendiri. 

Hasilnya tak sampai setahun dari program kursus yang ia jalani, Widya pun berhasil mendirikan salonnya sendiri. Widya lebih senang menyebut salonnya sebagai studio, Studio Kity namanya. Meskipun belum terlalu besar, namun pelanggannya cukup banyak.

Dalam sehari Widya bisa melayani 10 hingga 16 orang pelanggan. Baik yang datang ke studionya maupun layanan home care. Widya memang memanfaatkan sosial media untuk menawarkan jasa salonnya. Ide ini dia dapat dari hasil belajar Digital Marketing di LKP Yanti.

“Jadi kalau ada panggilan ke rumah ya datang ke rumah. Saya juga kerja sama dengan peserta kursus lain yang reguler untuk perawatan-perawatan yang belum bisa saya lakukan misalnya seperti sambung bulu mata,” terang Widya.

Dalam sebulan, Widya kini bisa menyisihkan Rp5 juta sebagai keuntungan bersih dari usahanya tersebut. Nilai ini tentu jauh lebih besar jika dibanding penghasilannya saat masih menjadi buruh pabrik plastik. 

“Saya benar-benar merasakan bagaimana langkah kecil saja mengikuti kursus telah mengubah kehidupan saya menjadi seperti saat ini. Bahkan, teman-teman dan kakak saya juga jadi ingin ikut program ini,” kata Widya yang bermimpi ingin memiliki jaringan-jaringan salon seperti Rudy Hadisuwarno. 

Peranan PKW Membangun Jiwa Usaha 

Sebagai lembaga pendidikan non formal, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) ditujukan untuk membantu masyarakat mengembangkan diri dan kemampuannya sehingga dapat membuka usaha sendiri atau pun  bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. Saat ini urgensi lembaga-lembaga kursus dan pelatihan semakin meningkat dan dibutuhkan, terlebih dalam proses pemulihan pasca pandemi yang telah banyak memberikan tantangan baru pada kondisi tenaga kerja Indonesia. 

Sebagai bagian dari upaya memaksimalkan fungsi LKP, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi khususnya Direktorat Kursus dan Pelatihan menyelenggarakan dua program prioritas, yaitu Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW).

Keberadaan program PKK diharapkan mampu mempersiapkan lulusan LKP agar dapat lebih terarah dengan memiliki kecakapan kerja, sehingga siap bekerja atau mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan keahliannya. Sedangkan program PKW lebih diarahkan agar peserta dapat melanjutkan  pengembangan keahliannya, baik sebagai bekal dalam melakukan wirausaha atau menjadi pekerja di perusahaan swasta/dunia kerja. 

Sejak diluncurkan tahun 2020 lalu, kedua program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Utamanya bagi masyarakat dengan rentang usia 16 hingga 25 tahun atau pun anak usia sekolah, tapi tidak bisa sekolah, anak putus sekolah  yang menjadi target utama sasaran dari kedua program tersebut.

Tingginya minat terhadap program ini setidaknya dapat dilihat dari realisasi penyaluran bantuan pemerintah untuk kedua program tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, realisasi pelaksanaan program PKK dan PKW selalu lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya. 

Tidak hanya minat masyarakat atau peserta didik yang terus meningkat,  keberhasilan kedua program tersebut juga dapat dilihat pada keterserapan peserta didik yang sangat baik pada dunia kerja maupun wirausaha. Berdasarkan hasil, tracer study pada aplikasi program PKW tahun 2020 menunjukkan, peserta didik yang berwirausaha mencapai 87%, sementara pada tahun 2021 bertambah menjadi 88%. Sementara pada program PKK, total peserta didik program PKK yang magang dan bekerja di industri di tahun 2020 mencapai 79%, kemudian meningkat menjadi 88% di tahun 2021.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto mengatakan Program PKK dan PKW  memang menjadi salah satu program prioritas Ditjen Diksi yang diciptakan untuk mendukung prioritas Presiden dalam visi pembangunan manusia. 

“Karena secara teknis, program ini memang memberikan bantuan terutama kepada anak-anak Indonesia yang putus sekolah untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi diri dalam berbagai kursus dan pelatihan sesuai minat,” ujar Wartanto.

Program ini dapat diajukan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan, Satuan Pendidikan formal dan Nonformal lainnya, serta lembaga di mana pun di seluruh Indonesia yang melaksanakan fungsi pelatihan dan telah memenuhi persyaratan.  Pilihan bidang keterampilan yang diajarkan juga sangat beragam dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Wartanto menggarisbawahi bahwa  Direktorat Kursus dan Pelatihan setiap tahunya terus melakukan penguatan dan pengembangan terhadap Program PKK dan PKW tersebut agar dapat semakin banyak menjangkau anak-anak Indonesia yang menjadi target sasaran program. Dengan demikian semakin banyak SDM unggul yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Proses Pembelajaran pada Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Vokasi. (Dok: Kemendikbud)
Proses Pembelajaran pada Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Vokasi. (Dok: Kemendikbud)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbudristek dan UNICEF Luncurkan Modul Remaja Sehat Jiwa Raga

Kemendikbudristek dan UNICEF Luncurkan Modul Remaja Sehat Jiwa Raga

Metro | Selasa, 01 November 2022 | 19:22 WIB

Tahun Depan Target 600 Ribu Guru Honorer Jadi PPPK, Nadiem: Ini Akan Terus Kita Lakukan

Tahun Depan Target 600 Ribu Guru Honorer Jadi PPPK, Nadiem: Ini Akan Terus Kita Lakukan

Kalbar | Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:23 WIB

194 Dosen Vokasi Berangkat Magang ke Luar Negeri

194 Dosen Vokasi Berangkat Magang ke Luar Negeri

Metro | Selasa, 25 Oktober 2022 | 11:24 WIB

Begini Cara Kemendikbudristek Tingkatkan Inovasi di Perguruan TInggi

Begini Cara Kemendikbudristek Tingkatkan Inovasi di Perguruan TInggi

Lifestyle | Senin, 24 Oktober 2022 | 10:48 WIB

Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola, Kemendikbudristek Gelar GSI 2022 Jenjang SMP

Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola, Kemendikbudristek Gelar GSI 2022 Jenjang SMP

Metro | Minggu, 23 Oktober 2022 | 00:15 WIB

18.079 Guru Ikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-7

18.079 Guru Ikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-7

Metro | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 00:03 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

News | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

News | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Menkeu Lantik 5 Pejabat Pajak Baru, Minta DJP Bangun Sistem Kredibel & Adil

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bangladesh Krisis Striker, Thomas Dooley Keliling Dunia Cari Mesin Gol Jelang vs Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:35 WIB

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Gimana Cara Mengintip Story TikTok Tanpa Ketahuan? Pakai Trik Alternatif Ini Saja!

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:34 WIB

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 11:33 WIB

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:32 WIB

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

Migas Nonkonvensional Bisa Jadi Jalan Keluar RI dari Krisis Cadangan Minyak

Migas Nonkonvensional Bisa Jadi Jalan Keluar RI dari Krisis Cadangan Minyak

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

×