Masalah rumah tangga Ferry Irawan dan Venna Melinda hingga saat ini belum menemukan titik terang dan masih menjadi pembahasan hangat.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) belum usai, kini Ferry Irawan justru mengancam Venna Melinda.
Dalam jumpa pers pada Rabu (01/02/2023), Venna menyampaikan bahwa Ferry di awal menikah tak pernah melakukan KDRT.
Akan tetapi, sikapnya mendadak berubah setelah beberapa bulan setelah menikah.
"Saya menikah sama Ferry, kurang lebih 10 bulan. Enam bulan awal, Ferry memang tidak pernah melakukan KDRT," kata Venna dikutip dari tayangan YouTube Intens Investigasi, Kamis (02/02/2023).
Venna lalu menceritakan momen yang sangat membekas di ingatannya. Venna mengaku Ferry melakukan KDRT pertama kali ketika mereka di Medan.
"Di bulan November tanggal 17, saya ingat banget, saya harus ada di Medan dalam rangka undangan sebagai influencer. Untuk KDRT pertama di luar rumah, ya di Medan itu," sambung mantan istri Ivan Fadilla itu.
Usut punya usut, hal itu karena Ferry marah dan tak terima Venna menolak berhubungan badan serta lebih memilih untuk bekerja.
"Di dalam kamar pagi-pagi, seperti biasa, ada keinginan yang tidak terpenuhi. Jam 9 itu saya sudah harus siap sebagai influencer untuk acara talkshow. Saya bilang, 'Bi, saya harus siap-siap. Harus mandi, harus breakfast'," tuturnya.
"Habis itu ya seperti biasa, saya sudah tahu kalau keinginannya nggak dituruti, pasti ada masalah," sambung Venna.
Venna mengungkapkan bahwa Ferry Irawan sampai memiting dan mendorong tubuhnya ke lantai sampai kasur. Dia merasakan kesakitan yang luar biasa karena Ferry sendiri adalah sosok pesilat yang memiliki tenaga besar.
"Singkat cerita, setelah dia ngambek, marah, akhirnya berantem. Ya kalau berantem verbal sering lah, biasa lah. Tapi kalau tiba-tiba saya dipiting, itu sakit sekali. Dia kan pesilat, jadi tenaganya luar biasa kerasnya," tuturnya.
"Itu selalu kena tulang rusuk saya sebelah kiri, karena simpul dia tangannya di situ," ungkap Venna Melinda.
Tak hanya kekerasan fisik yang meninggalkan luka di tubuh Venna, Ferry juga kerap memberinya kekerasan verbal kepada istrinya.
Venna secara gamblang menyampaikan bahwa dia diangkat, didorong ke lantas, diangkat lagi, didorong ke kursi secara berulang kali hingga akhirnya dibekap. Dalam situasi tersebut, Venna sendiri mengaku tak bisa berbuat apapun.