Tokoh Fiktif Ciptaan Serial Killer Wowon Erawan Digambarkan Sakral, Dikenalkan kepada Korban dan Rekan Kejahatan Mulai 2016

Metro Suara.Com
Jum'at, 03 Februari 2023 | 10:25 WIB
Tokoh Fiktif Ciptaan Serial Killer Wowon Erawan Digambarkan Sakral, Dikenalkan kepada Korban dan Rekan Kejahatan Mulai 2016
Wowon alias Aki Banyu mengaku menyesal dan minta maaf atas pembunuhan berantai yang dilakukan. (Antara)

Dengan tokoh fiktif ini ia mengarahkan rekan kejahatan untuk beraksi. Sementara kepada korban agar yakin menyerahkan uang.

Nama Wowon Erawan atau Aki Wowon sebagai serial killer melibatkan kejahatan penipuan dan pembunuhan. Tidak saja kepada korban ia mengenalkan sosok Aki Banyu. Dua orang pengikut aksi kejahatannya juga "termakan" tokoh fiksi rekaan lelaki usia 60 tahu itu.

Dikutip dari Suara.com, dalam melancarkan praktik penipuan berkedok penggandaan uang Wowon Erawan menciptakan tokoh sakral fiktif bernama Aki Banyu sejak 2016.

Tokoh ini diciptakan demi mengarahkan dua partner-in-crime yang menjadi kaki-tangannya, yaitu Solihin alias Duloh (63), dan M. Dede Solehuddin (35). Kemudian berikutnya para korban yaitu Tenaga Kerja Wanita atau TKW di Saudi Arabia menjadi yakin.

"Buat nipu saja," jelas Wowon Erawan.

Lelaki berjuluk Serial Killer itu berperan sebagai tokoh fiktif dengan  suara yang dibuat-buat. Kemampuan mengubah beberapa suara adalah kebisaannya karena di bidang seni ia bisa mendalang.

"Dahulu saya suka gelaran wayang golek, bisa mengubah suara,"  lanjutnya.

Selain itu, pekerjaannya sebelum menipu adalah pedagang ikan pindang.   

Dari hasil penyidikan yang dilakukan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, total ada sembilan korban Aki Wowon Cs. Dan selain melakukan pembunuhan, mereka melakukan praktik penipuan berkedok penggandaan uang. Sebagian besar korban adalah TKW.

Di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2023), Wowon Erawan mengaku menyesal telah membunuh dan menipu banyak korban.

"Nyesel Pak. Sampai sekarang saya mau tobat gitu Pak," ungkap Wowon Erawan.

Penyesalan ini timbul setelah Solihin alias Duloh (63) serta M. Dede Solehuddin (35) ditangkap pihak Kepolisian. Jika keduanya tidak tertangkap, belum tentu Wowon Erawan bakal berhenti.

"Belum ada (niat tobat sebelum ketangkap), Pak. Tapi sekarang sudah ketangkap, saya mau tobat," ujarnya.

"Saya mau minta maaf sedalam-dalamnya atas kekhilafan saya. Saya mau diapain juga ikhlas, silakan aja," tukas Wowon Erawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI