Sebelum peristiwa Isra Miraj, orang-orang yang Rasulullah cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia, dan di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin hebat. Ujian bertubi-tubi yang Allah SWT lakukan ini agar Rasulullah SAW benar-benar tangguh dalam berdakwah.
3. Ketiga, menyampaikan kebenaran meskipun pahit.
Begitu pagi setelah malam Isra Miraj, Rasulullah mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Banyak orang yang tidak percaya dengan kabar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapatkan penolakan.
4. Keempat, syariat Rasulullah SAW menghapus syariat nabi-nabi terdahulu.
Saat peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi yang sebelumnya.
5. Kelima, keistimewaan Masjidil Aqsha bagi seluruh umat Muslim.
Dalam perjalanan Isra, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Rasulullah SAW, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini adalah indikasi betapa mulianya masjid tersebut.
6. Keenam, Islam adalah agama yang suci.
Ketika Rasulullah SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Miraj, Rasulullah lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril AS berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian".
Baca Juga: Bak Perangi Vonis Mati Ferdy Sambo, Nikita Mirzani: Cuma Tuhan yang Boleh Cabut Nyawa Umat-Nya!
7. Ketujuh, pentingnya persoalan shalat.
Malam Isra Miraj adalah waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril AS sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam.
8. Kedelapan, memantapkan Rasulullah SAW.
Sebelum Miraj, Rasulullah SAW hanya mendengar informasi terkait surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, di mana Rasulullah mengimaninya tapi belum melihat langsung.
Ketika Miraj, Rasulullah SAW melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya menjadi semakin kuat.
Berdasarkan penjelasan di atas maka sudah jelas bahwa Isra Miraj adalah dua peristiwa penting yang dialami Rasulullah SAW untuk menerima wahyu dari Allah SWT secara langsung.