Nikita Mirzani tak habis-habisnya mengkritik Richard Eliezer alias Bharada E soal vonisnya dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Kontroversi Nikita Mirzani kali ini adalah menanggapi soal Bharada E yang tidak dipecat dari lembaga Polri.
Ia mempertanyakan keputusan sidang etik yang dilakukan beberapa hari lalu untuk menentukan nasib Bharada E di kepolisian.
Artis kontroversial ini pun juga menyebut nama Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
"Saya bertanya kenapa Bharada E yang jelas-jelas sudah membunuh dan menembak apapun alasannya karena disuruh atasan masih bisa menjabat sebagai polisi?" tulis Nikita Mirzani lewat unggahan Instagram Stories, dikutip dari Suara.com, Kamis (23/2/2023).
Ia menilai kalau Eliezer berani jujur karena takut dihukum mati, bukan jujur dari dalam hati.
Nikita menambahkan kalau Eliezer mau jujur karena diiming-imingi hukuman lebih ringan.
"Ya kalau begitu jangan pilih kasih. Semua oknum polisi yang divonis bersalah sudah dipenjara jangan dipecat. Sama semua yang terlibat kasus Sambo juga jangan dipecat," ucap Nikita Mirzani geram.
Lebih lagi beberapa orang yang terlibat dalam kasus Brigadir J itu tidak ikut menembak. Sebab hanya Ferdy Sambo dan Richard yang memang terbukti menembak Yosua.
Baca Juga: Bernardo Tavares Yakin Laga Persebaya vs PSM Makassar Bakal Berlangsung Alot
Lebih lanjut, Nikita Mirzani meminta agar kepolisian tak melulu mengabulkan permintaan masyarakat demi membersihkan nama instansi.
"Jangan karena nama kepolisian sudah jelek, jadi lah ikut-ikutan apa kata netizen. Polisi ada bukan karena netizen. Harus diketahui itu ya. Tenang aja pak ntar juga nama kepolisian baik lagi," protes Nikita Mirzani.