Ekspresi wajah tersangka disimpulkan sebagai rasa tidak takut.
Saat konferensi pers digelar Polres Metro Jakarta Selatan sepekan lalu untuk kasus penganiayaan atas David Latumahina, Mario Dandy Satriyo tampil dengan wajah tanpa ekspresi. Kondisi ini membuat pemirsa bertanya-tanya: sedingin itukah?
Dikutip dari Linimasa Suara, AKP Nurma Dewi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan Mario Dandy Satriyo pernah menunjukkan raut wajah rasa menyesal sebelum ditampilkan dalam konferensi pers.
"Pas kemarin saya tanya, "Kamu menyesal?" Jawabnya "Ya menyesal lah, Bu,", dan raut mukanya juga keliatan kalau nyesal," jelas AKP Nurma Dewi, menirukan percakapannya dengan pelaku, dikutip Selasa (28/02/23).
Namun, saat ditanya alasan mengapa melakukan penganiayaan atas David Latumahina, ia cuma menjawab singkat.
"Mengapa bisa begitu, sih?" kembali AKP Nurma Dewi bertanya.
"Ia menjawab "Ya begitulah," begitu saja," lanjutnya.
Saat dihadirkan ke depan media di Polres Metro Jakarta Selatan, Mario Dandy Satriyo menampilkan wajah datar. Tanpa emosi.
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, TVOne, Monica Kumalasari, pakar mikro ekspresi menganalisa bahasa non-verbal dari sikap yang ditunjukkan penganiaya David Latumahina itu.
"M masih ada dagu yang naik dan mau melihat awak media dan matanya ke mana mana melihat," jelas Monica Kumalasari.
Ekspresi ini disebutnya sebagai citra yang menunjukkan rasa tidak takut.
"Artinya "Saya tidak takut", ini masih konsisten. Kalau ternyata itu benar, bisa saja pola asuh orangtuanya," tandas Monica Kumalasari.
Apakah dengan berjalannya waktu Mario David Satriyo menyesali perbuatannya?
Belum diketahui, akan tetapi kuasa hukumnya, Dolfie Rompas telah mendatangi Rumah Sakit Mayapada Kuningan Jakarta untuk menyampaikan maaf kepada korban, atas nama kliennya, pada akhir pekan lalu.
Ini pun, setelah Mario David Satriyo diberi saran oleh orangtuanya, Rafael Alun Trisambodo untuk meminta maaf. Dan pihak orangtua telah terlebih dahulu melayangkan permohonan maaf lewat video.
Akan tetapi, usaha Dolfie Rompas tidak berhasil karena pihak rumah sakit tidak mengizinkannya masuk atau besuk korban di ruang ICU.
"Belum sempat (minta maaf). Karena masih di ICU," ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman News Suara.com.
Dolfie Rompas menambahkan, belum berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait kedatangannya.
"Sebenarnya secara spontanitas kami datang ke sini, jadi tidak ada koordinasi sebelumnya. Memang kami tujuannya hanya ingin berdoa dan ingin menyampaikan permohonan maaf. Itu saja," tutupnya.