Ibu Ida Dayak saat ini tengah menuai perhatian publik karena dianggap memiliki kehebatan dalam menyembuhkan berbagai penyakit.
Kemampuannya tersebut bahkan membuat Ida Dayak harus membantu Presiden Jokowi mengobati warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel di Masjid Al Aqsa.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Deretan Selebritis. Akun itu mengklaim bahwa Ida Dayak pergi ke Palestina dengan didampingi oleh Presiden Jokowi.
Memiliki judul "Ibu Ida Dayak obati warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel di Masjid Al Aqsha", video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 76.000 penayangan.
Sementara itu, dalam thumbnail memperlihatkan Ida Dayak tengah memegang dada seorang pasien yang terkapar. Di sebelahnya tampak seorang warga asal Palestina membantunya, sedangkan di sisi kanan tampak potret Jokowi.
Lalu, benarkah Ida Dayak didampingi Jokowi pergi ke Palestina untuk mengobati korban serangan Israel?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 5 menit 29 detik tersebut, tidak ada bukti valid atau pernyataan secara resmi bahwa Presiden Jokowi mengajak Ibu Ida Dayak ke Palestina. Apalagi dengan klaim menyembuhkan warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel.
Dalam video tidak ada penjelasan terkait klaim yang tertera pada judul video.
Baca Juga: Fakta Sidang Terdakwa Suap Dana Hibah, Belanja Setahun Sahat Tua Capai Rp 4,3 Miliar
Pengunggah video sengaja merekaya foto dalam thumbnail dengan mengeditnya agar seolah-olah Ida Dayak benar-benar memberikan pengobatan kepada warga Palestina.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ida Dayak mengobati warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel dengan didampingi Presiden Jokowi merupakan berita palsu atau hoaks.
Mengingat tidak ada keselarasan antara isi dan judul video, konten tersebut dapat dikategorikan sebagai misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].