CEK FAKTA: KPK Sita 30 Mobil Mewah Milik Anies Baswedan, Benarkah?

Metro

Minggu, 07 Mei 2023 | 19:21 WIB
CEK FAKTA: KPK Sita 30 Mobil Mewah Milik Anies Baswedan, Benarkah?
CEK FAKTA: KPK Sita 30 Mobil Mewah Milik Anies Baswedan (YouTube/NARASI POLITIK)

Beredar narasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 30 mobil mewah milik bakal calon presiden Partai NasDem, Anies Baswedan. Sejumlah kendaraan tersebut ditaksir mencapai nilai hingga miliaran rupiah.

Klaim ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube NARASI POLITIK pada Minggu (7/5/2023).

Dalam unggahannya, kanal YouTube yang telah memiliki lebih dari 84 ribu subsciber ini menuliskan judul sebagai berikut, "Berita akurat..!!Heboh 30 mobil mewah anies di sita kpk temukan mobil mewah harga miliaran.!!".

Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan tampak gambar Anies Baswedan mengenakan rompi tahanan. Selain itu juga tertulis keterangan senada dengan yang ada di judul video, "BREAKING NEWS. 30 MOBIL MEWAH ANIES DI SITA KPK. KPK TEMUKAN MOBIL MEWAH HARGA MILLIARAN".

Lalu, benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim KPK menyita 30 mobil mewah milik Anies Baswedan adalah tidak benar.

Dalam unggahan berdurasi 8 menit 5 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul video. 

Sebagian besar tayangan ini hanya berisi video yang mengulas terkait pencalonan Anies Baswedan sebagai bacapres. Serta beberapa video yang sama sekali tidak berkaitan dengan judul dan thumbnail video.

baca juga

Selain itu, narator dalam video ini pun justru membacakan sebuah pemberitaan terkait pelalangan mobil mewah milik Markus Nari yang terjerat kasus korupsi e-KTP.

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar KPK menyita 30 mobil milik Anies Baswedan.

Simpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa narasi KPK menyita mobil milik mantan gubernur DKI Jakarta tersebut adalah tidak benar.

Unggahan kanal YouTube NARASI POLITIK tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEK FAKTA: Baby L Mendadak Meninggal, Tangis Lesti Kejora dan Rizky Billar Pecah, Benarkah?

CEK FAKTA: Baby L Mendadak Meninggal, Tangis Lesti Kejora dan Rizky Billar Pecah, Benarkah?

Your Say | Minggu, 07 Mei 2023 | 18:44 WIB

CEK FAKTA: Jokowi Lantik Ahok dan Antasari Azhar Jadi Dewas KPK, Benarkah?

CEK FAKTA: Jokowi Lantik Ahok dan Antasari Azhar Jadi Dewas KPK, Benarkah?

News | Minggu, 07 Mei 2023 | 18:36 WIB

CEK FAKTA: Luhut Berpaling dari Jokowi, Diam-diam Temui Surya Paloh Tawarkan Cawapres untuk Anies, Benarkah?

CEK FAKTA: Luhut Berpaling dari Jokowi, Diam-diam Temui Surya Paloh Tawarkan Cawapres untuk Anies, Benarkah?

News | Minggu, 07 Mei 2023 | 08:55 WIB

Terkini

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

×