Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dihukum 20 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Selama kasus berlangsung, sebelumnya dikabarkan bahwa Putri Candrawathi memiliki hubungan gelap dengan Kuat Maruf.
Belakangan ini bahkan beredar kabar Putri Candrawathi tak ingin ditinggal sendirian oleh Kuat Ma'ruf dan minta digendong ke penjara.
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube BENANG MERAH yang mengunggah video berjudul "GEGER MALAM INI, KUAT M BERANI GENDONG PUTRI C KE PENJARA".
Dalam thumbnail terdapat narasi yang berbunyi, "Tak Mau Ditinggal KM, Putri C Minta Digendong ke Penjara".
Pada thumbnail tampak potret seorang lelaki yang diduga Kuat Ma'ruf menggendong seorang perempuan yang diduga sebagai Putri Candrawathi. Keduanya melewati polisi yang bertugas.
Video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 1.600 penayangan. Namun, benarkah jika Putri Candrawathi tak ingin ditinggal oleh Kuat Ma'ruf?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 5 detik tersebut, klaim yang menyebutkan bahwa Putri Candrawathi minta digendong Kuat Ma'ruf ke penjara adalah salah.
Tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Putri Candrawathi tidak mau ditinggal oleh Kuat Ma'ruf sehingga istri Ferdy Sambo tersebut minta digendong ke penjara.
Baca Juga: Indra Sjafri ke Fajar Fathur Rahman: Perjalanan Masih Panjang
Narator dalam video tersebut hanya memberikan informasi terkait kesaksian ART Ferdy Sambo bernama Susi yang datang ke persidangan untuk memberikan kesaksiannya terkait adanya dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.
Namun, hingga akhir video tidak ada penjelasan kredibel yang sesuai dengan klaim pada judul. Selain itu, Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf sendiri dipenjara di tempat yang berbeda, sehingga informasi yang diberikan oleh kanal YouTube tersebut adalah salah.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Putri Candrawathi minta digendong oleh Kuat Ma'ruf ke penjara merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan tersebut tidak memiliki keselarasan antara isi video dengan judul, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].