Pemimpin pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang dikabarkan ditetapkan menjadi tersangka. Oleh karena itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengambil alih Ponpes Al Zaytun.
Kabar ini dibagikan oleh kanal YouTube INFO VIRAL yang mengunggah video berjudul "Gempar Pagi Ini!! UAS Ambil Alih Ponpes Al Zaytun, Usai Panji Jadi Tersangka".
Pada thumbnail video terlihat potret Ustaz Abdul Somad memegang secarik kertas yang dilingkari berwarna merah, sementara dua orang pihak berwajib membawa Panji Gumilang.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 910 penayangan. Namun, benarkah Panji Gumilang ditetapkan sebagai tersangka dan UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun?
CEK FAKTA:
Klaim yang menyebut UAS ambil alih Ponpes Al Zaytun usai Panji Gumilang menjadi tersangka merupakan informasi salah.
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 11 detik di atas, narator dalam video tersebut hanya membahas tentang adanya dugaan penistaan agama di dalam Ponpes Al Zaytun. Selain itu, narator juga membacakan berita terkait kasus lain yang menyeret Panji Gumilang.
Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid maupun penjelasan dari sumber kredibel yang menyatakan bahwa UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang ditetapkan jadi tersangka, sebagaimana yang tertulis di judul unggahan.
Selain itu, foto yang ditampilkan pada thumbnail merupakan hasil editan. Isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ustaz Abdul Somad mengambil alih Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang menjadi tersangka adalah berita bohong atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].