Informasi salah soal hukuman yang diterima pengawal pertandingan final AFF U-23 2023 antara Timnas Indonesia dengan Vietnam.
Beredar sebuah kabar tidak benar tentang wasit Hiroki Kasahara yang menjadi juru pengadil final Piala AFF U-23 2023 antara Timnas Indonesia dengan Vietnam yang menghasilkan skor 6-5 untuk Vietnam lewat adu penalti. Keputusannya banyak merugikan Indonesia di mana ia memberikan hukuman tidak pada tempatnya serta melakukan pembiaran terhadap para pesaing Garuda Muda. Jepang malu akan kinerjanya dan lewat Japan Football Association (JFA) mencabut lisensi wasit Kasahara-san. Ketentuan sama diberlakukan oleh FIFA.
Berita tidak sahih ini beredar di kanal YouTube, lewat akun bernama Timnas Garuda Team yang mengunggah video berjudul "JEPANG MALU BESAR !! FIFA & JFA Cabut Lisensi Wasit Yang Curangi Timnas Indonesia, Jadi Tuntutanku".
Foto thumbnail adalah sosok Hiroki Kasahara tengah bertugas di lapangan hijau, insert Ketua Umum PSSI Erick Thohir, wajah Presiden FIFA Gianni Infantino, serta Coach Shin Tae-yong tengah menanyai keputusan wasit yang kontroversial.
Kalimat penyertanya, "BIKIN MALU SEPAK BOLA JEPANG FIFA & FJA CABUT LISENSI WASIT TERBUKTI CURANGI TIMNAS INDONESIA, JADI TUNTUTAN SAYA".
Benarkah berita yang dibagikan dalam bentuk video ini?
![VIdeo salah (X) tentang pemberitaan Federasi Bola Jepang dan FIFA cabut lisensi wasit Hiroki Kasahara [[screenshot YouTube].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/29/1-video-salah-x-tentang-pemberitaan-federasi-bola-jepang-dan-fifa-cabut-lisensi-wasit-hiroki-kasahara.jpg)
CEK FAKTA
Tidak benar bahwa JFA dan FIFA melakukan pencabutan lisensi wasit yang dikantongi Hiroki Kasahara.
PENJELASAN
Metro Suara.com melakukan penelusuran dan hasilnya adalah:
* Judul bombastis sekaligus ambigu
Fakta: "JEPANG MALU BESAR !! FIFA & JFA Cabut Lisensi Wasit Yang Curangi Timnas Indonesia, Jadi Tuntutanku" (judul).
Logika: wasit menjadi bagian dari penyelenggara lapangan, bukan mewakili negara, sementara tim yang bertarung membawa nama negara. "jadi tuntutanku" membuat pertanyaan, siapa ku atau aku? Mengapa harus aku (diasumsikan pembuat video sendiri) yang nilainya pribadi, mengapa bukan mengambil sumber lebih banyak, lebih luas, sekaligus sosok terkenal? Kemudian, pernyataan di awal judul, "JEPANG MALU BESAR !! ..." namun diakhiri dengan "jadi tuntutanku" artinya bukan menyatakan atau sudah terjadi, akan tetapi baru sebatas harapan saja.
* Cek video
- Menit 0:11 diunggah video berbahasa Jepang, di antara pernyataan disebutkan "Nihon-jin" atau orang Jepang. Akan tetapi apakah isinya soal wasit AFF U-23 2023? Mestinya pembuat video lebih bertanggungjawab dengan memberikan teks terjemahan dan bukti memang cuplikan menyatakan soal ini.
- Menit 0:19 diunggah video pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino dalam bahasa Prancis. Juga tanpa teks terjemahan, akan tetapi menjadi "lucu" bila dihubungkan dengan judul yang menyatakan FIFA cabut lisensi, karena kalimat yang dikatakannya di akhir pernyataan adalah "c'est magnifique" atau "sangat indah".
Logika: apakah komentar tentang wasit bersikap kontroversial adalah tepat disebut "sangat indah"?
Menilik potongan video sebelum 1 menit tayangan saja bisa disimpulkan bahwa video berjudul "JEPANG MALU BESAR !! FIFA & JFA Cabut Lisensi Wasit Yang Curangi Timnas Indonesia, Jadi Tuntutanku" memiliki konten menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].