Presiden AFF, Khiev Sameth dikabarkan menerima suap demi menjadikan Vietnam juara di Piala AFF U-23. Disebutkan pula bahwa PSSI murka setelah menemukan transaksi gelap yang diterima Presiden AFF tersebut.
Namun, kabar tersebut merupakan disinformasi yang beredar di tengah permalasahan Piala AFF U-23 2023. Pasalnya, setelah dilakukan penelusuran dan cek fakta pun tidak ada bukti bahwa Presiden AFF menerima uang haram demi menjadikan Vietnam sebagai juara Piala AFF.
Informasi palsu itu sendiri diposting oleh kanal YouTube SPORT NEWS yang mengunggah video berjudul "PSSI BENAR BENAR MURKA!!PRESIDEN AFF TERBUKTI TERIMA SUAP DEMI TIMNAS VIETNAM JUARA PIALA AFF 2023".
Video dengan durasi 4 menit 39 detik itu menampilkan potret beberapa orang yang tengah memeriksa tumpukan uang.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 1.300 penayangan. Lantas, benarkah Presiden AFF menerima uang suap demi menjadikan Vietnam menang?
![Benarkah Presiden AFF terima suap demi Vietnam juara. [[YouTube/SPORT NEWS]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/31/1-benarkah-presiden-aff-terima-suap-demi-vietnam-juara.jpg)
PENJELASAN:
Setelah menonton video tersebut, narator hanya membahas tentang kekecewaan Timnas Indonesia yang merasa dicurangi oleh wasit dalam laga final Piala AFF U-23 kontra Vietnam.
Video itu pun menampilkan komentar salah satu pengamat sepak bola, Bung Ropan atau Ronny Pangemanan yang mengatakan bahwa Shin Tae Yong merasa kecewa dan meminta agar wasit Piala AFF dievaluasi.
Tetapi hingga akhir video, tak ada penjelasan dari sumber kredibel yang menyebutkan bahwa Presiden AFF menerima suap demi menjadikan Vietnam juara Piala AFF.
Baca Juga: Arya Saloka dan Amanda Manopo Go Public, Share Momen Liburan ke Pantai Banyuwangi, Benarkah?
Dengan kata lain, disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan PSSI murka kala mengetahui Presiden AFF menerima suap demi menjadikan Timnas Vietnam juara Piala AFF adalah berita hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].