Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpamitan kepada Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.
Momen ini terjadi setelah Demokrat memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden yang maju di Pilpres 2024.
"Kemarin selesai mengambil keputusan [dukung Prabowo], Mas AHY sebagai ketum yang punya hubungan sangat baik dengan Mbak Puan mengirim pesan dan pamit," kata Ketua Mahkamah Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, di Kompleks Parlemen pada Senin (18/9/2023).
Sikap AHY ini pun berhasil menyita perhatian dari berbagai pihak, salah satunya Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution.
Melalui akun X miliknya, Syahrial memuji sikap AHY bak ksatria lantaran pamit kepada Puan setelah partainya memilih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar.
"Ketum @PDemokrat Mas @AgusYudhoyono memang masih muda. Tapi dia ksatria. Datang, tampak muka. Pergi, tampak punggung," tulis @syahrial_nst dikutip Selasa (19/9/2023).
"Banyak kepentingan politik bisa dicapai dengan tetap menjunjung nilai dan etika. Kalimat 'Lebih baik minta maaf daripada minta izin' biasanya dipakai pengecut," imbuhnya.
Unggahan salah satu politikus Demokrat ini sontak saja menuai beragam komentar dari publik. Beragam komentar dilontarkan warganet kepada putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"O udah selingkuh rupanya pas ditinggal koalisi yang lama. Pantas ditinggal sama SP," komentar warganet.
Baca Juga: Waspadai Potensi Gelombang Capai 4 Meter di Perairan Bali
"Itulah Indonesia yang diajarkan namannya adab. Bukan kayak si dia tidak minta maaf. Apakah dia mengerti artinya adab," timpal warganet lain.
Sebelumnya, tindak tanduk AHY ini juga disorot oleh politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean.
Melalui akun X miliknya, Ferdinand malah melontarkan nyinyiran atas tingkah AHY yang berpamitan kepada Puan usai Demokrat mendukung Prabowo di kontestasi mendatang.
"Ingin tampil seperti beradab, padahal tidak ada relevansinya AHY pamit ke Mbak Puan, karena memang Demokrat dan PDI Perjuangan belum pernah kerja sama politik," tulis @ferdinand_mpu.