Elektabilitas 15,5 Persen Jika Kembali Nyapres, Bukti Publik Tak Setuju Jokowi 3 Periode?

Suara Moots | Suara.com

Kamis, 05 Januari 2023 | 20:05 WIB
Elektabilitas 15,5 Persen Jika Kembali Nyapres, Bukti Publik Tak Setuju Jokowi 3 Periode?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. ([Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden])

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2022 menunjukkan tingkat elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) hanya sekitar 15,5 persen apabila pencalonan dirinya sebagai presiden dapat dilakukan lagi.

Hasil tersebut diperoleh dalam pertanyaan terbuka atau top of mind yang disodorkan kepada responden, “Bila Pemilihan Presiden dilakukan sekarang siapa yang Anda pilih sebagai presiden?”.

"Survei terakhir hanya 15,5 persen," kata Saiful dalam program bertajuk “Peluang Jokowi Kalau Jadi Presiden Lagi” yang disiarkan di kanal YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).

Ia menyebut dukungan publik pada Jokowi secara konsisten mengalami penurunan berdasarkan serangkaian hasil survei yang telah dilakukan SMRC. 

Pada survei pertama yang dilakukan Mei 2021, lanjut dia, ada 27,6 persen publik yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi.

Kemudian, dukungan publik terhadap Jokowi berdasarkan hasil survei SMRC secara berturut-turut pada September 2021 (19,8 persen), Desember 2021 (19,4 persen), Maret 2022 (20,1 persen), Agustus 2022 (12,5 persen), Oktober 2022 (15,2 persen), November 2022 (13,9 persen), dan Desember 2022 (15,5 persen).

"Tapi sebagai yang sedang menjabat, sudah dua kali jadi presiden, harusnya menurut saya lebih tinggi dari ini," ujarnya.

Ia menilai masyarakat berpikir Jokowi untuk maju kembali dalam Pilpres 2024 setelah dua periode karena berkeyakinan Jokowi akan terpilih lagi.

Karena tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerjanya, yakni sebesar 74,2 persen berdasarkan survei terakhir yang dilakukan SMRC per Desember 2022.

Meski demikian, ujarnya, sebagai seorang yang sudah dua kali menjabat sebagai presiden dan memiliki tingkat kepuasan publik di atas 70 persen seharusnya Jokowi bisa unggul mendekati angka 50 persen.

"Terlalu jauh gap antara 74,2 persen yang puas (dengan kinerja Jokowi) dengan yang memilih kembali Pak Jokowi sekitar survei terakhir hanya 15,5 persen," tuturnya.

Menurut dia, perolehan dukungan tersebut disebabkan karena publik yang menganggap Jokowi tidak akan maju ketiga kalinya dalam Pilpres 2024. Serta publik sudah memiliki pikiran pula tentang tokoh-tokoh lain yang berpeluang untuk menjadi presiden berikutnya.

"Sudah ada orang lain yang diharapkan bisa menggantikan Pak Jokowi," kata Saiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah Masukan Dua Menteri di Daftar Capres, PPP Bawa Nama Sandiaga dan Erick Thohir ke KIB

Setelah Masukan Dua Menteri di Daftar Capres, PPP Bawa Nama Sandiaga dan Erick Thohir ke KIB

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 19:50 WIB

Perbandingan Gaji Jokowi dan Cristiano Ronaldo, Berani Hitung?

Perbandingan Gaji Jokowi dan Cristiano Ronaldo, Berani Hitung?

Bisnis | Kamis, 05 Januari 2023 | 19:44 WIB

Deretan Tingkah Konyol Gibran Rakabuming, Dari Edit Foto Istri Sampai Pakai 'Kalung' Botol Mixue

Deretan Tingkah Konyol Gibran Rakabuming, Dari Edit Foto Istri Sampai Pakai 'Kalung' Botol Mixue

Lifestyle | Kamis, 05 Januari 2023 | 19:40 WIB

Terkini

Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini

Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini

Jabar | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:01 WIB

Zoe Kravitz Dampingi Harry Styles di Pembukaan Tur Dunia, Rumor Tunangan Makin Kuat

Zoe Kravitz Dampingi Harry Styles di Pembukaan Tur Dunia, Rumor Tunangan Makin Kuat

Entertainment | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Sammy Simorangkir Hipnotis Senayan dalam Konser '20SSS' yang Penuh Haru

Sammy Simorangkir Hipnotis Senayan dalam Konser '20SSS' yang Penuh Haru

Entertainment | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:25 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24: Doakan Kelancaran dan Haji Mabrur

Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24: Doakan Kelancaran dan Haji Mabrur

Bogor | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:18 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan

Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan

Jabar | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:11 WIB

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:10 WIB

Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman

Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman

Entertainment | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB