Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memuncaki daftar teratas menteri yang layak untuk diganti dengan 16 persen pilihan responden.
Hal ini berdasarkan hasil survei Populi Center terkait menteri yang layak diganti dalam reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Selanjutnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menduduki posisi kedua dan ketiga paling banyak dipilih untuk diganti.
Berdasarkan survei itu sendiri, publik terbelah tentang penting atau tidaknya reshuffle kabinet dilakukan oleh Presiden Jokowi.
"Di sisa masa kerja Kabinet Indonesia Maju, sikap masyarakat terbelah antara yang menjawab perlu adanya pergantian menteri dan yang tidak," kata Manajer Policy Resarch Populi Center Dimas Ramadhan, Senin (13/2/2023).
Sebanyak 42,2 persen kata dia responden menginginkan adanya reshuffle kabinet. Sementara yang menjawab sebaliknya sebesar 40,2 persen.
Populi Center menyelenggarakan survei nasional 25 Januari-3 Februari 2023. Sampel responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia, termasuk di 4 daerah otonomi baru.
Tujuan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat terutama terkait evaluasi kinerja Pemerintah, evaluasi kinerja Kepolisian, isu nasional yang sedang menjadi perbincangan, serta dinamika jelang Pemilihan Umum 2024.
Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal. Metode pengambilan data dalam survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin plus minus 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Survei Populi Center: Kepuasan Publik Terhadap Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi Naik