Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
Warga Padang Pariaman, Sumatra Barat menggunakan lilin saat membungkus dagangannya pada Sabtu (23/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menyatakan pemadaman listrik di Pulau Sumatra disebabkan oleh kerusakan transmisi akibat sambaran petir di Merangin, Jambi.
  • Pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara bertahap menggunakan berbagai pembangkit agar terhindar dari lonjakan beban yang berbahaya bagi infrastruktur.
  • Pemerintah memastikan pasokan listrik Sumatra kini pulih total dan akan meninjau regulasi kompensasi bagi pelanggan sesuai aturan berlaku.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi resmi mengenai duduk perkara ambruknya sistem kelistrikan yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa insiden pemadaman listrik massal (blackout) tersebut murni disebabkan oleh faktor alam akibat cuaca ekstrem.

Yuliot memaparkan bahwa gangguan teknis utama teridentifikasi pada infrastruktur jaringan transmisi yang berlokasi di daerah Merangin, Provinsi Jambi. Jaringan interkoneksi vital tersebut dilaporkan terhantam sambaran petir yang sangat kuat, sehingga merusak kestabilan arus.

"Ini kan ada persoalan yang jaringan transmisi itu kan ada tersambar petir di Merangin. Dengan sambaran petir itu berdampak terhadap kestabilan sistem," jelas Yuliot saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Lebih lanjut, Yuliot menerangkan bahwa ketika pemadaman total atau blackout berskala makro terjadi, proses normalisasi jaringan tidak dapat dieksekusi secara instan dalam satu waktu.

Tim teknis di lapangan wajib melakukan draf penghidupan kembali gardu dan pembangkit secara bertahap atau satu per satu guna menghindari lonjakan beban yang berbahaya.

Dalam peta tahapan pemulihan, pasokan daya mula-mula dipicu dan dialirkan dari infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang kemudian diikuti oleh pemanfaatan energi panas bumi (geothermal), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), serta pembangkit berbasis gas.

"Secara teknis PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) memerlukan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 12 jam untuk bisa kembali beroperasi normal menyuplai arus," urainya.

Pada kesempatan yang sama, Wamen ESDM membantah dengan tegas berbagai isu liar dan spekulasi di masyarakat yang menyebut adanya unsur sabotase atau kesengajaan di balik lumpuhnya energi Sumatra.

baca juga

Kejaksaan maupun kepolisian tidak menemukan indikasi pidana, dan pemerintah memastikan insiden ini murni kendala teknis akibat faktor alam.

Pasokan Pulih 100 Persen dan Aturan Ganti Rugi Pelanggan

Pasca-penanganan intensif selama beberapa hari, Yuliot memastikan bahwa per hari ini interkoneksi kelistrikan di seluruh wilayah Pulau Sumatra telah pulih sepenuhnya sebesar 100 persen.

Mengenai tuntutan ganti rugi atau kompensasi bagi jutaan masyarakat serta sektor usaha yang dirugikan akibat pemadaman berjam-jam tersebut, Kementerian ESDM menyatakan akan melakukan peninjauan secara komprehensif dengan mengacu pada draf hukum tata niaga kelistrikan yang berlaku.

"Jadi untuk di internal PT PLN (Persero) itu kan sebenarnya sudah ada regulasi baku yang mengatur hak konsumen. Kami dari kementerian akan melakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu di lapangan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, guncangan kelistrikan massal melanda Sumatra sejak Jumat malam (22/5/2026) mulai pukul 18.44 WIB. Efek domino dari jatuhnya transmisi di Jambi tersebut meluas dengan cepat hingga memutus pasokan energi di berbagai provinsi, meliputi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, hingga sebagian area Sumatra Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB

Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang

Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 14:59 WIB

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 13:41 WIB

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:27 WIB

Terkini

JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa

JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:17 WIB

Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai

Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:09 WIB

Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri

Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:57 WIB

Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee

Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:53 WIB

KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!

KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul

KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:32 WIB

'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung

'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok

Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:26 WIB

Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata

Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:10 WIB

×