Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 25 Mei 2026 | 16:14 WIB
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM memastikan PT PLN memberikan kompensasi kepada konsumen terdampak pemadaman listrik massal di Pulau Sumatra sesuai regulasi.
  • Pemadaman listrik sejak 22 Mei 2026 disebabkan oleh kerusakan jaringan transmisi di Merangin akibat sambaran petir ekstrem.
  • Pemerintah kini fokus melakukan verifikasi data pelanggan serta memastikan pemulihan jaringan listrik telah mencapai 100 persen sepenuhnya.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa pemenuhan hak-hak konsumen yang dirugikan akibat pemadaman listrik massal (blackout) di Pulau Sumatra akan diselesaikan sesuai regulasi.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa instansinya segera melakukan koordinasi dan peninjauan langsung untuk memastikan PT PLN (Persero) menjalankan kewajibannya sesuai pemetaan aturan yang ada.

"Jadi untuk di PLN itu kan sebenarnya sudah ada regulasinya terkait ganti rugi kepada konsumen. Kami dari kementerian akan melakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu di lapangan," tegas Yuliot saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Fokus pemenuhan ganti rugi ini menjadi poin penting mengingat luasnya cakupan wilayah dan besarnya kerugian material yang dialami masyarakat serta pelaku usaha.

Berdasarkan regulasi penataan ketenagalistrikan nasional, PLN memiliki skema baku dalam memberikan potongan tagihan atau kompensasi jika indikator mutu pelayanan, seperti durasi pemadaman, telah melewati batas toleransi yang ditetapkan.

Langkah pengecekan oleh Kementerian ESDM ini dilakukan guna memastikan draf data pelanggan yang berhak menerima ganti rugi terdata secara akurat dan transparan di berbagai provinsi terdampak, meliputi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, hingga sebagian area Sumatra Selatan.

Di sisi lain, Yuliot kembali memaparkan draf kronologi penanganan teknis di lapangan. Dirinya menjelaskan bahwa kelumpuhan total energi kelistrikan Sumatra yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB tersebut murni dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, bukan akibat kelalaian ataupun unsur kesengajaan manusia.

Infrastruktur jaringan transmisi interkoneksi utama yang berlokasi di daerah Merangin, Jambi, dilaporkan mengalami kerusakan fatal setelah terhantam sambaran petir yang sangat kuat.

"Ini kan ada persoalan yang jaringan transmisi itu kan ada tersambar petir di Merangin. Dengan sambaran petir itu berdampak terhadap kestabilan sistem," urai Yuliot.

baca juga

Ia  membantah keras isu liar di masyarakat mengenai adanya motif sabotase di balik insiden ini. "Enggak, itu ya tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam," imbuhnya.

Yuliot juga memaparkan mengapa penanganan blackout makro ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga berhari-hari, yang berimbas pada besarnya tuntutan ganti rugi warga.

Secara teknis, pemulihan gardu tidak bisa dieksekusi secara instan sekaligus, melainkan wajib dihidupkan secara bertahap satu per satu demi memitigasi risiko lonjakan tegangan hancur.

Proses pemulihan dimulai secara perlahan dari infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), diikuti oleh sektor panas bumi (geothermal), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), hingga pasokan gas. Sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tim teknis memerlukan durasi pemanasan sistem minimal sekitar 12 jam.

Kendati sempat berjalan alot, Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa per hari ini seluruh jaringan interkoneksi kelistrikan di Pulau Sumatra sudah berhasil dipulihkan 100 persen, sehingga fokus otoritas kini sepenuhnya dialihkan pada pemantauan sistem dan persiapan mekanisme ganti rugi bagi pelanggan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB

Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang

Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 14:59 WIB

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 13:41 WIB

Terkini

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Suahasil Klaim Tax Ratio RI Sebenarnya 12 Persen, Bukan 10 Persen

Suahasil Klaim Tax Ratio RI Sebenarnya 12 Persen, Bukan 10 Persen

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi Sepakat Berantas Penangkapan Ikan Ilegal

Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi Sepakat Berantas Penangkapan Ikan Ilegal

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:18 WIB

BNI Beri Pengalaman Eksklusif bagi Nasabah, Saksikan MotoGP dari Bukit 360 Mandalika

BNI Beri Pengalaman Eksklusif bagi Nasabah, Saksikan MotoGP dari Bukit 360 Mandalika

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Ungkapkan Cinta dari Barak Militer, Hoshi Seventeen Rilis Single Boyfriend

Ungkapkan Cinta dari Barak Militer, Hoshi Seventeen Rilis Single Boyfriend

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:15 WIB

KBRI Riyadh Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan Bandara King Khalid

KBRI Riyadh Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Serangan Bandara King Khalid

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:12 WIB

BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi

BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:11 WIB

×