Fakta-Fakta Dukun Biadab di Banyumas: Bunuh 7 Bayi Hasil Inses, Punya 3 Istri

Suara Moots

Senin, 26 Juni 2023 | 17:15 WIB
Fakta-Fakta Dukun Biadab di Banyumas: Bunuh 7 Bayi Hasil Inses, Punya 3 Istri
Dukun R ditangkap Polresta Banyumas karena diduga membunuh dan mengubur bayi hasil hubungan sedarah atau inses dengan anak kandungnya, Senin (26/6/2023) ([Dok. Polresta Banyumas])

Aksi yang tergolong biadab dilakukan seorang pria berinisial R (57), warga Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Ia menyetubuhi putri kandungnya berinisial E (26) hingga tujuh kali hamil.

Aksi keji R tak hanya berhenti sampai di situ. Bayi hasil hubungan sedarah dengan anaknya ia bunuh.

"Kami telah menangkap pelaku berinisial R pada hari Minggu," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi Siswanto kepada awak media, Senin (26/6/2023).

Berikut fakta-fakta aksi biadab R yang diketahui berprofesi sebagai dukun pengobatan tradisional:

1. Setubuhi Anak Sejak 2012

Kasus ayah setubuhi anak yang dilakukan dukun R telah terjadi sejak tahun 2012. Kepada polisi, pelaku mengaku telah membunuh bayi hasil inses itu sejak tahun 2013 hingga 2021.

R mengakui jika empat kerangka bayi yang ditemukan polisi sejak tanggal 15-21 Juni merupakan bayi yang dibunuhnya.

"Terakhir pelaku menyampaikan ada tiga kerangka lagi yang masih ada di tempat kejadian perkara (TKP). Artinya, total ada tujuh kerangka yang ada di TKP," jelasnya.

Menurut dia, bayi-bayi yang baru lahir tersebut dibunuh oleh R dengan cara dibekap dan dibungkus kain untuk dikuburkan di lahan bekas kolam dekat sungai itu.

2. Punya 3 Istri

Agus menerangkan merupakan anak kandung R dari istri ketiganya yang dinikahi secara siri.

"Pelaku R memiliki tiga orang istri, namun istri pertama dan kedua sudah dicerai," ujarnya. 

"Istri pertama dinikahi secara resmi, sedangkan istri kedua dan ketiga dinikahi siri," imbuhnya.

3. Istri Tahu dan Bantu Persalinan

Agus melanjutkan, istri dari R tahu dengan aksi biadab yang dilakukan sang suami terhadap putri kandungnya.

Namun ibunda dari E tidak bisa berbuat apa-apa. Lantaran diancam akan dibunuh oleh pelaku.

"Istrinya mengetahui, tapi dalam kondisi tidak bisa berbuat banyak, karena diancam pelaku untuk diam. Kalau lapor akan dibunuh," terang Agus.

"Yang membantu lahiran adalah istri tersangka yang juga ibu dari E," jelas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biadab, Dukun di Banyumas Setubuhi Putri Kandung, 7 Bayi Hasil Inses Dibunuh

Biadab, Dukun di Banyumas Setubuhi Putri Kandung, 7 Bayi Hasil Inses Dibunuh

| Senin, 26 Juni 2023 | 16:50 WIB

Pasutri di Sukabumi Diduga Jadi Dukun Santet, Tuduhan Berawal dari Banyak Orang Sakit dan Meninggal

Pasutri di Sukabumi Diduga Jadi Dukun Santet, Tuduhan Berawal dari Banyak Orang Sakit dan Meninggal

| Kamis, 04 Mei 2023 | 16:31 WIB

Geger Tuduhan Dukun Santet kepada Pasutri di Sukabumi, Massa Bertindak Beringas

Geger Tuduhan Dukun Santet kepada Pasutri di Sukabumi, Massa Bertindak Beringas

| Kamis, 04 Mei 2023 | 14:45 WIB

Terkini

Lawan Gugatan Perkumpulan Lyceum, KDM Tegaskan Pertahankan Aset Negara Harga Mati

Lawan Gugatan Perkumpulan Lyceum, KDM Tegaskan Pertahankan Aset Negara Harga Mati

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:05 WIB

DPR Akan Perketat Pengawasan BGN Usai Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG.

DPR Akan Perketat Pengawasan BGN Usai Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG.

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:03 WIB

Kala Prabowo Sapa Jaksa Agung setelah Tangkap Kepala BGN: Yang Sekarang Agak Diwaspadai

Kala Prabowo Sapa Jaksa Agung setelah Tangkap Kepala BGN: Yang Sekarang Agak Diwaspadai

Video | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:02 WIB

Wamen Silmy Karim Diduga Terima Jatah Rutin Rp100 Juta Tiap Jumat, Ini Modusnya

Wamen Silmy Karim Diduga Terima Jatah Rutin Rp100 Juta Tiap Jumat, Ini Modusnya

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:01 WIB

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:00 WIB

Drama Jemput Paksa Petinggi BGN: Dadan Diciduk di Bogor, Satu Tersangka Sembunyi di Hotel

Drama Jemput Paksa Petinggi BGN: Dadan Diciduk di Bogor, Satu Tersangka Sembunyi di Hotel

Jabar | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:58 WIB

Menakar Tren Slash Career: Alasan Gen Z Tak Cukup Punya Satu Profesi

Menakar Tren Slash Career: Alasan Gen Z Tak Cukup Punya Satu Profesi

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:55 WIB

6 Hari Hilang Keluarga Sudah Anggap Tewas, Pemandu Gunung Ini Tiba-tiba Muncul dan Hidup

6 Hari Hilang Keluarga Sudah Anggap Tewas, Pemandu Gunung Ini Tiba-tiba Muncul dan Hidup

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:53 WIB

Sejarah Terukir! DPRD Bogor Gelar Paripurna HJB ke-544 di Kaki Gunung Halimun Salak Nanggung

Sejarah Terukir! DPRD Bogor Gelar Paripurna HJB ke-544 di Kaki Gunung Halimun Salak Nanggung

Bogor | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:52 WIB

GBK Akan Dipadati Hingga 43 Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Warga Diimbau Hindari Senayan

GBK Akan Dipadati Hingga 43 Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Warga Diimbau Hindari Senayan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:50 WIB