Perseteruan Denny Sumargo dan DJ Verny Hasan kembali mencuat beberapa minggu belakangan ini. Bahkan, polemiknya kian memanas.
Verny Hasan menantang Denny Sumargo untuk tes DNA ulang terkait anak yang dilahirkan sang DJ. Densu--sapaan akrab Denny--pun menerima tantangan itu.
Tak hanya menerima tantangan, suami Olivia Allan itu juga melaporkan Verny Hasan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik, Selasa (22/8/2023).
Sementara, kabarnya rencana tes DNA ulang itu akan dilakukan Verny Hasan di Singapura. Kembali, Denny Sumargo menyatakan kesiapannya untuk tes DNA kedua kalinya.
"Ya diatur aja, oke-oke aja, mau di mana aja," tutur Denny Sumargo usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Kamis (7/9/2023).
Polemik tes DNA antara Verny Hasan dan Denny Sumargo sejatinya merupakan konflik lama yang terjadi pada 2010.
Bahkan, pada 2019, Denny Sumargo melakukan tes DNA untuk pertama kali terkait kisruh ini. Hasilnya dinyatakan bahwa Densu bukan ayah biologis dari anak yang dilahirkan Verny Hasan.
Lantas, apa itu tes DNA, berikut penjelasannya:
Baca Juga: Termasuk Konten Kreator Papan Atas, Segini 'Gaji' Denny Sumargo per Bulan
Dikutip dari klikdokter.com, Tes DNA adalah salah satu pengujian genetik yang dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada gen, kromosom, dan protein seseorang.
Tes ini sering digunakan untuk mencocokan hubungan keluarga dan garis keturunannya. Tak hanya itu, ada banyak tujuan dengan dilakukanya tes genetik ini.
"Tes DNA bisa dilakukan untuk mengetahui penyakit turunan, risiko berkembangnya penyakit menurun, dan identifikasi relatif yang belum diketahui," ujar dr. Adeline Jaclyn.
Tes DNA juga bisa menilai kemungkinan masalah dalam rencana kehamilan atau bayi yang belum lahir.
Ada berbagai jenis tes DNA yang bisa dilakukan. Hal ini disesuaikan dengan tujuan dari tes genetik itu dilakukan.
Jenis-jenis tes DNA, yakni tes diagnostik, presimptomatik, pengujian pembawa, farmakogenetik, tes pralahir, skrining bayi baru lahir, dan tes pra-implantasi.
Cara kerja tes DNA diawali dengan pengambilan sampel. Bisa dari darah, air liur, dan rambut.
Ketiga metode pengambilan sampel itu yang paling lazim dilaksanakan.
Pengambilan sampel juga bisa dilakukan dari cairan ketuban atau jaringan lain.
Untuk mendapatkan hasil tes DNA dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan. Ini lantaran pengecekan tes DNA memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi.