18 Truk Antar Ratusan Ribu Genteng untuk Korban Kelud

admin | Suara.com

Sabtu, 22 Februari 2014 | 16:41 WIB
18 Truk Antar Ratusan Ribu Genteng untuk Korban Kelud
Iring-iringan truk pembawa bantuan genteng untuk desa yang terdampak erupsi Gunung Kelud. (Foto: ACT)

Suara.com - Sebanyak dua desa yang rumah-rumahnya rusak berat karena terpapar lontaran material Gunung Kelud, mulai hari ini, Sabtu (22/2/2014), bisa kembali dibenahi dan layak ditempati lebih cepat.

Sebagaimana disampaikan melalui rilis dari lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), hari ini, Desa Puncu dan Desa Satak yang berada di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, masing-masing menerima 110.000 dan 100.000 genteng. Ribuan genteng itu turun dari 18 truk yang sengaja dikirimkan mengantar secara beriringan.

"Insya Allah, rumah-rumah rusak di kedua desa ini 'sempurna' menerima genteng. Semoga semangat berbenah ini menular ke banyak pihak. Kalau satu lembaga saja bisa mendukung, puluhan lembaga lainnya, bersama instansi pemerintah setempat dari RT hingga Bupati, pasti segera bisa memulihkan kerusakan fisik pasca erupsi Kelud," ujar M Insan Nurrohman, Vice President ACT Foundation, di tengah korban erupsi Kelud.

Menurut rencana, dalam tiga hari, semua genteng sudah akan terpasang di Desa Satak dan Puncu. Jumlah yang didistribusikan sendiri disebutkan bisa terus berkembang, sesuai assessment tim survei. Hal itu juga seiring dengan semangat donatur berkontribusi mewakafkan dana tunainya untuk membelanjakan genteng.

"Tidak berat. Hanya satu juta rupiah, bisa membantu 1.000 genteng atau untuk satu rumah," jelas Insan pula.

Disebutkan, berdasarkan data dari Kecamatan Puncu, di Desa Satak ada 615 unit rumah rusak berat yang masing-masing memerlukan 1.000 genteng, plus sebanyak 330 unit rumah rusak ringan dengan kebutuhan 500 genteng per rumah. Kemudian di Desa Puncu, rumah rusak berat tercatat mencapai 1.733 unit, sedangkan yang rusak ringan sebanyak 433 unit (total 2.165 rumah). Lainnya adalah di Desa Asembangun, dengan jumlah rumah rusak berat sebanyak 1.755 unit dan rusak sedang 505 unit (total 2.260 rumah).

Dalam kegiatan yang langsung berjalan hari ini, kerja renovasi genteng pun dilaporkan berlangsung partisipatif. Warga dilaporkan bergotong-royong menurunkan dan memasang genteng.

"Hari ini pula sekaligus digelar syukuran. Kami memotong sapi untuk dimasak di Dapur Umum ACT, dibantu ibu-ibu setempat. Gotong-royong pemasangan genteng difokuskan untuk rumah keluarga janda manula dan kaum duafa," tutur Insan lagi, dalam kegiatan hari ini yang antara lain dihadiri Camat Puncu, Lurah Satak, hingga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri. (ACT)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PMI Jateng Kirim Bantuan Sembako untuk Korban Kelud

PMI Jateng Kirim Bantuan Sembako untuk Korban Kelud

News | Sabtu, 22 Februari 2014 | 17:43 WIB

Warga Korban Kelud Kesulitan Genteng

Warga Korban Kelud Kesulitan Genteng

News | Jum'at, 21 Februari 2014 | 15:30 WIB

Distribusikan Air Bersih ke Daerah Terisolir, PMI Andalkan 'Hagglund'

Distribusikan Air Bersih ke Daerah Terisolir, PMI Andalkan 'Hagglund'

News | Kamis, 20 Februari 2014 | 23:35 WIB

Lima Juta Genteng Rumah Segera Dikirim ke Kaki Gunung Kelud

Lima Juta Genteng Rumah Segera Dikirim ke Kaki Gunung Kelud

News | Kamis, 20 Februari 2014 | 11:56 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB