Kapal Meledak yang Akan Dinaiki Jokowi Bukan Sabotase

admin | Suara.com

Selasa, 25 Februari 2014 | 12:22 WIB
Kapal Meledak yang Akan Dinaiki Jokowi Bukan Sabotase
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto: Bagus Santosa)

Suara.com - Kabar perahu meledak yang hendak dinaiki Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hanyalah sebuah kecelakaan, bukan sabotase.

Kepala Seksi Prasarana dan Angkutan Laut Dinas Perhubungan DKI Jakarta Kamaru Zaman, memastikan tidak ada sabotase terhadap perahu berbahan fiber milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta ini. Peristiwa terbakar perahu ini terjadi pada 22 Desember 2012 silam.

Kamaru menerangkan, saat peristiwa terjadi, dia merupakan salah satu staf Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang tengah melakukan persiapan untuk keperluan kapal. Saat itu, dia bertugas menyediakan makanan untuk keperluan di dalam kapal.

Sesaat sebelum kejadian, sejumlah anak buah kapal memang tengah membersihkan kapal dan mengecek persiapan kapal. Salah satunya mempersiapkan bahan bakar. Kapal yang hendak ditumpangi Jokowi ini disandarkan di dermaga 15 di Pantai Marina, Ancol.

Dia yang sudah menyelesaikan persiapan, lalu memilih pulang untuk beristirahat sejenak. Namun, belum ada setengah jam, dia mendapat kabar buruk.

"Saya masih di kawasan Ancol pada saat itu, Saya baru saja sampai Bandar Jakarta, tiba-tiba saya ditelepon anak buah saya, kalau kapal yang akan digunakan pak Jokowi terbakar," kata Kamaru, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Saat dia kembali untuk melihat kondisi perahu berbahan fiber ini, dia melihat perahu sudah setengah terbakar. Para petugas yang berada di lokasi pun langsung melakukan pemadaman perahu tersebut. Kasus ini pun sempat dilaporkan ke Polsek Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam pemeriksaan polisi, kebakaran kapal yang akan ditumpangi oleh Jokowi itu diduga karena konsleting listrik di bagian kapnya. Percikan api dari konsleting ini kemudian menyambar saat dilakukan pengisian bahan bakar.

"Kalau berdasarkan pemeriksaan, kebakaran itu terjadi pada saat pengisian bahan bakar kemudiam terjadi konsleting listrik," terangnya.

Usai kejadian tersebut, Kamaru mengatakan langsung dilaporkan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) untuk penghapusan aset dengan surat ke BPKD  No 2223/1.811 tanggal 30 April 2013 tentang Hal Penghapusan Asset Kapal Patroli Hiu II.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua MPR: Penyadapan Jokowi Karena Persaingan Politik

Ketua MPR: Penyadapan Jokowi Karena Persaingan Politik

News | Senin, 24 Februari 2014 | 17:53 WIB

Jalan S Parman Sering Tergenang, Ini Kata Jokowi

Jalan S Parman Sering Tergenang, Ini Kata Jokowi

News | Senin, 24 Februari 2014 | 17:30 WIB

Terkini

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:42 WIB

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:38 WIB

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:31 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:19 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook

Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:10 WIB

Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi

Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:05 WIB

Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta

Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:05 WIB

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB