Geng Motor, Semakin Ganas dan Beringas

admin

Minggu, 02 Maret 2014 | 22:29 WIB
Geng Motor, Semakin Ganas dan Beringas
Polisi menangkap anggota geng motor di Polres Garut, Jawa Barat, Senin (24/2) [Antara/Feri Purnama]

Suara.com - Aksi pencurian, perampasan, perampokan dan penganiayaan oleh pengendara geng sepeda motor semakin mengganas. Pelaku tak segan-segan menghajar bahkan membunuh korbannya jika melawan. Aksi mereka juga kian menyebar ke seantero kota besar di Indonesia.

Di Kota Medan misalnya, umumnya kawanan ini beraksi menjelang dini hari. Tercatat ada 15 warga yang menjadi korban keganasan geng motor saat melintas menjelang dini hari. Supriadi (24 tahun) terpaksa dirawat intensif di RS Pirngadi Medan. Pasalnya, wajah dan anggota tubuhnya dihajar belasan anggota geng motor saat melintas di Jl. Ir H Juanda. Juga sepeda motor miliknya dibawa kabur gerombolan geng motor.

Niatnya mau mengumandangkan azan Maghrib di masjid, Adnan (33), warga Pameungpeuk, Kabupaten Garut, malah ambruk disabet samurai oleh dua geng motor. Korban harus dirawat intensif di RS Dr Slamet Garut setelah mendapat puluhan jahitan. Polisi masih memburu pelaku yang kabur.

Peristiwa serupa dialami Kurniawan (17 tahun) warga Cibatu, Kabupaten Garut. Dia ambruk setelah dua anggota geng motor menebas lengan dan punggungnya menggunakan golok. Korban dirawat di rumah sakit Garut. Pelakunya juga kabur.

Aksi kawanan geng motor di Palembang juga semakin mengganas. Kali ini dengan modus tawuran, puluhan anak baru gede (ABG) melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dengan cara kekerasan. Dalam melakukan aksinya mereka tak segan-segan menghadang, memukuli lalu merampas motor korbannya.

Aksi mereka ini terungkap setelah enam kawanan geng motor itu diamankan oleh jajaran Unit Ranmor Mapolresta Palembang. Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti sepeda motor korban M Rizky Ferdiansyah (15), warga Komplek Taman Indah Kelurahan Sei Selayur, Kalidoni.

Beberapa hari belakangan ini, beredar pesan singkat yang mengimbau warga Bekasi agar berhati-hati jika keluar rumah di malam hari. Pasalnya geng motor di wilayah Bekasi kembali berulah. Demi memberikan rasa aman, kepolisian menggelar razia rutin setiap malam, agar masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas dan tidak takut akan layanan pesan singkat (sms) tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menuturkan, saat ini situasi serta kondisi di lingkungan Jatiwarna, Pondok Gede dan sekitarnya sudah kondusif dan aman.

"Setiap hari Polsek Pondok Gede dan Polres Kota Bekasi, melakukan patroli dan razia ke tempat-tempat yang diduga ada sekelompok remaja atau pengendara motor yang suka kebut-kebutan," katanya.

Keonaran yang dibuat kelompok orang yang tergabung dalam geng motor di Makassar kian meresahkan. Telah banyak warga masyarakat yang menjadi korban kekerasan, dan dirawat di rumah sakit. Para korban umumnya terkena senjata tajam, dan panah. Tak hanya itu, harta para korban pun diambil. Bahkan puluhan toko swalayan di Makassar sempat dijarah oleh kelompok ini.

Namun pihak kepolisian dan pemerintah kota dinilai tidak bisa memberantas aksi kejahatan anak-anak bermotor itu. Salah satu korban kebrutalan geng motor, Acram Mappaona Azis mengaku telah melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi. Namun hingga kini kasusnya belum terungkap.

Akhirnya, Acram yang juga pengacara ini pun mengajukan gugatan terhadap Kapolda Sulselbar, Irjen (Pol) Burhanuddin Andi dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ke Pengadilan Negeri. Kedua pejabat itu digugat karena dinilai tidak melakukan upaya pencegahan tindak pidana kekerasan yang mengancam jiwa masyarakat.

Kekerasan dialaminya awal Februari 2014 di kala ia bersama rekannya melintas di Jl. Adhyaksa Baru, Panakukang Makassar. Acram dihadang oleh sekelompok orang bersepeda motor. Mereka langsung mengayunkan sebilah pedang ke arahnya, merampas BB dan dompet yang berisikan surat-surat penting. Pria itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panakukang, Makassar.

Tembak di tempat Mengganasnya aksi geng motor membuat Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti kemampuan kepolisian untuk menangani secara tegas aksi geng yang dinilai sudah sangat meresahkan warga.

Data IPW menunjukkan, sepanjang tahun 2013 Polri ternyata belum mampu memberantas aksi-aksi geng motor maupun balapan liar di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya, 68 orang tewas dan 45 luka-luka di tahun 2013, termasuk ada 10 polisi luka-luka akibat ditabrak anggota geng motor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

×