Suara.com - Sebuah laporan tahunan terbaru dari lembaga perbankan Australia, Westpac, menyampaikan masih terjadi kesenjangan upah antara karyawan perempuan dan pria di Australia.
Seperti dilansir dari news.com.au, CEO Westpac Gail Kelly mengatakan pegawai perempuan belum mendapat upah yang layak kendati sering menghadapi sejumlah hambatan di tempat kerja.
“Anda tentu terkejut mendengar kalau perempuan hanya mendapat 83 sen dari setiap dollar yang pria dapatkan untuk perkerjaan yang sama,” ungkap Kelly.
Kelly sendiri merupakan pengecualian dari sebagian besar karyawan perempuan di Australia.
Penghasilannya setahun bisa mencapai 9,17 juta dolar Australia pada tahun lalu (2013).
Dia sekaligus mengatakan tidak ada satupun perempuan yang duduk sebagai pimpinan di 40 dari sekitar 200 perusahaan terkemuka di Australia.
Sementara itu data dari Biro Statistik Australia (ABS) menyebutkan kesenjangan upah memang terjadi di seluruh negara bagian.
Pada 2012 ABS melaporkan kalau rata-rata perempuan Australia dalam satu jam memperoleh 11 persen lebih rendah dari pria.
Kesenjangan upah tersebut 13 persen dari yang dilaporkan ABS pada Agustus 2008.
Perbedaan upah juga terjadi di tempat kerja di luar negeri.
Padahal menurut Kelly, dua pertiga perkerjaan di dunia dilakukan oleh perempuan.
“Tapi kurang dari 10 persen upah di dunia justru diterima oleh perempuan,” terang Kelly lagi.
Masih mengutip laporan dari penelitian Westpac, Kelly menyebut 80 persen pengusaha Australia dan 79 persen pegawai pria belum bisa menerima praktek kerja yang fleksibel.
Dia mendorong agar kaum pekerja perempuan segera menuntut perubahan.
“Angkat tanganmu dan mintalah fleksibilitas, tuntut lebih banyak kesempatan dan ungkapkan bias yang terjadi di instansimu,” tambah Kelly.