Mahkamah Konstitusi Batalkan Pemilu di Thailand

Liberty Jemadu

Jum'at, 21 Maret 2014 | 15:05 WIB
Mahkamah Konstitusi Batalkan Pemilu di Thailand
Demonstran pendukung pemerintah Thailand (Reuters/Athit Perawongmetha)

Suara.com - Mahkamah Konstitusi Thailand, Jumat (21/3/2014), memutuskan bahwa pemilihan umum yang digelar pada Februari silam tidak sah. Alasannya tidak semua wilayah di negeri itu melakukan menyelenggarakan pemungutan suara.

Keputusan yang diambil melalui proses voting itu menyatakan bahwa pemilu pada Februari lalu melanggar konstitusi, karena para kandidat anggota parlemen di 28 distrik di selatan Thailand tidak bisa mendaftarkan diri. Mereka dihalang-halangi oleh demonstran antipemerintah.

"Pemilu 2 Februari itu tidak bisa berlangsung di seluruh wilayah kerajaan di hari yang sama," bunyi putusan tersebut.

Keputusan itu tampaknya akan semakin memperkeruh situasi politik di negara yang sejak November 2013 dilanda krisis politik, di mana kelompok oposisi menggelar demonstrasi di Bangkok untuk menurunkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Belum diketahui kapan pemilihan umum akan digelar kembali. Tetapi Somchai Srisutthiyakorn, salah satu anggota komisi pemilu Thailand, mengatakan pemerintah punya dua pilihan.

"Komisi pemilu bisa meminta pemerintah mengeluarkan dekrit kerajaan untuk menentukan tanggal pemungutan suara atau kami bisa meminta pemimpin semua partai politik untuk memutuskan waktu terbaik menggelar pemilu ulang," kata Srisutthiyakorn.

Hanya saja, jika jadwa pemilu ulang ditetapkan kelompok antipemerintah mengatakan mereka akang mengganggunya kembali.

"Jika mahmakah memutuskan pemilu tidak sah, jangan pernah bermimpi akan ada pemilu lagi. Jika pemilu ulang diumumkan, maka kami akan mengganggunya di semua provinsi dan pemilu tidak akan berhasil," tegas Suthep Thaugsuban, pemimpin kelompok antipemerintah, Kamis (20/3/2014).

Protes antipemerintah sendiri merupakan babak paling anyar dalam krisis politik di Thailand yang berlangsung selama delapan tahun terakhir.

Konflik terjadi antara kelompok masyarakat pedesaan, mayoritas hidup di Thailand bagian utara, yang mendukung Yingluck dan abangnya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Di sisi lain ada kelompok masyarakat kelas menengah, mayoritas di perkotaan dan di selatan Thailand, yang menentang pemerintahan Shinawatra.

Thaksin sendiri digulingkan militer pada 2006 karena tudingan korupsi. Dia kini berada di pengasingan.

Protes yang terjadi lima bulang belakangan dipicu oleh kecurigaan kelompok oposisi bahwa Yingluck sebenarnya hanya boneka Thaksin dan bahwa pemerintah akan mengajukan undang-undang yang memberikan pengampunan kepada Thaksin.

Kelompok oposisi, yang selama hampir lima bulan memblokade Bangkok, menolak pemilu yang digagas Yingluck pada Februari silam. Mereka mendesak agar Yingluck turun dari kursi pemerintahan dan digantikan oleh dewan rakyat. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemilu Ulang di Lima Provinsi di Thailand Berjalan Damai

Pemilu Ulang di Lima Provinsi di Thailand Berjalan Damai

News | Minggu, 02 Maret 2014 | 12:05 WIB

PM Yingluck Tinggalkan Bangkok

PM Yingluck Tinggalkan Bangkok

News | Senin, 24 Februari 2014 | 15:09 WIB

Bocah 8 Tahun Tewas dalam Demo Antipemerintah Thailand

Bocah 8 Tahun Tewas dalam Demo Antipemerintah Thailand

News | Minggu, 23 Februari 2014 | 13:08 WIB

PM Thailand Bantah Terlibat Korupsi Pembelian Beras

PM Thailand Bantah Terlibat Korupsi Pembelian Beras

News | Jum'at, 21 Februari 2014 | 07:22 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×