Jokowi-Abraham Samad Bisa Menang di Pemilu Presiden

Doddy Rosadi | Suara.com

Sabtu, 12 April 2014 | 09:40 WIB
Jokowi-Abraham Samad Bisa Menang di Pemilu Presiden
Ketua KPK Abraham Samad diyakini bisa membawa Jokowi menang di Pilpres. [suara.com/Bernard Chaniago]

Suara.com - Salah satu kunci bagi PDI Perjuangan untuk bisa meraih kemenangan dalam pemilu Presiden adalah mencarikan pasangan calon wakil presiden yang tepat bagi Joko Widodo.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin mengatakan, sosok Abraham Samad dinilai sebagai calon yang tepat untuk mendampingi Jokowi dalam pemilu presiden.

Said beralasan, Samad merupakan tokoh muda yang sudah tidak diragukan lagi dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, PDI Perjuangan harus meyakinkan parpol yang akan diajak untuk koalisi agar tidak mengajukan nama cawapres serta memilih Samad sebagai pendamping.

“Saya rasa Jokowi-Samad akan bisa mengalahkan pasangan lain dalam pilpres. Kelebihan lain Samad adalah dia non Jawa. Ini tetap harus dipertimbangkan oleh parpol bahwa faktor Jawa dan non Jawa harus tetap menjadi pegangan," kata Said kepada suara.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (12/4/2014).

Ia menambahkan, jika capres berasal dari Jawa maka cawapresnya harus dari non Jawa. Karena itu, nama Abraham Samad akan menjadi kuda hitam dalam perebutan calon wakil presiden,

Menurut dia, pasangan Jokowi-Samad punya peluang lebih besar untuk menjadi pemenang dalam pemilu Presiden nanti. Meski demikian, ada satu kekurangan Samad yaitu tidak ada dukungan dari partai politik. Ini berbeda dengan kandidat cawapres yang lain seperti Mahfud MD yang didukung Partai Kebangkitan Bangsa serta Anies Baswedan yang didukung Partai Demokrat.

Said mengatakan, prioritas utama PDI Perjuangan saat ini seharusnya mencari pasangan bagi Jokowi terlebih dahulu. Setelah itu, baru menentukan partai politik yang akan diajak untuk koalisi. Koalisi tetap diperlukan karena suara PDI Perjuangan tidak cukup untuk mengajukan capres sendiri.

Sesuai aturan, parpol harus meraih 25 persen suara nasional atau 20 persen suara di DPR agar bisa mengajukan capres sendiri. Said menambahkan, pemilu Presiden akan berjalan satu putaran apabila hanya ada dua pasangan yang akan bertarung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDI Perjuangan Unggul di Beograd

PDI Perjuangan Unggul di Beograd

News | Sabtu, 12 April 2014 | 05:00 WIB

Pengamat: Parpol Akan Terbagi jadi Tiga "Cluster" Besar

Pengamat: Parpol Akan Terbagi jadi Tiga "Cluster" Besar

News | Jum'at, 11 April 2014 | 20:09 WIB

Jelang Pilpres, Tim Merah dan Tim Putih Dibentuk untuk Menangkan Jokowi

Jelang Pilpres, Tim Merah dan Tim Putih Dibentuk untuk Menangkan Jokowi

News | Jum'at, 11 April 2014 | 19:51 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB