Baru Dua Pekan Menjabat, PM Libya Mengundurkan Diri

Esti Utami | Suara.com

Minggu, 13 April 2014 | 22:34 WIB
Baru Dua Pekan Menjabat, PM Libya Mengundurkan Diri
PM sementara Libya Abdullah al-Thinni (Reuters/Ismail Zitouny)

Suara.com - Perdana Menteri ad interim Libya, Abdullah al - Thinni, Minggu 913/4/2014) menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada parlemen. Surat pengunduran diri ini diajukan hanya dua minggu setelah ia menduduki pos ini.  Dalam suratnya, Thinni menyebut alasan pengundurannya,  karena ia menerima ancaman dari orang-orang bersenjata telah mencoba untuk menyerang keluarganya.

Dalam surat yang dikirim kepada parlemen Libya (GNC), dan dipublikasikan di situs pemerintah, Thinni mengatakan ia dan keluarganya telah menjadi korban dari 'serangan pengecut' dan dia tidak bisa menerima untuk melihat kekerasan karena posisi yang dijabatnya.

"Karena itu saya memutuskan, dengan meminta maaf saya karena saya tidak dapat menerima posisi sementara ini," demikian al Thinni dalam suratnya. Tapi Thinni tidak merinci tentang insiden itu .

Pengunduran al Thinni menambah kekacauan di Libya, di mana pemerintah yang rapuh terus berjuang untuk mengatasi persaingan politik dan brigade mantan pemberontak, hampir tiga tahun setelah jatuhnya Muammar Khadaffi.

Belum adanya tentara nasional riil, Libya terus berjuang melalui masa transisinya ke negara demokratif di bawah bayang-bayang ancaman brigade mantan pemberontak yang pernah berjuang melawan Khadaffi. Brigade ini menolak untuk dilucuti dan sering menantang otoritas negara.

Thinni diangkat awal bulan ini sebagai perdana menteri interim dengan mandat untuk hanya beberapa minggu. Tapi pekan lalu diperpanjang dengan syarat, ia harus segera membentuk pemerintahan baru dalam upaya untuk membawa beberapa stabilitas .
Jika pengunduran diri Thinni diterima, GNC harus menunjuk perdana menteri lain.

Parlemen Libya sangat tidak populer dan banyak warga Libya yang menilainya telah gagal membawa Libya menuju demokrasi. yang menemui jalan buntu antara Islam dan partai nasionalis .

GNC memilih Thinni, setelah pejabat sebelumnya Ali Zeidan gagal untuk mengakhiri krisis dengan pemberontak yang telah menduduki tiga pelabuhan minyak penting selama berbulan-bulan. Pemerintah Thinni berhasil mencapai kesepakatan dengan mereka untuk membuka kembali pelabuhan.

Zeidan, yang sempat diculik oleh milisi tahun lalu, melarikan diri ke Eropa setelah dicopot dari jabatannya. Dia sering mengeluh tidak mampu untuk memerintah karena persaingan politik dan tekanan dari milisi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investasi di Libya, Kenapa Tidak?

Investasi di Libya, Kenapa Tidak?

Bisnis | Minggu, 23 Februari 2014 | 12:25 WIB

Terkini

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB