Investasi di Libya, Kenapa Tidak?

admin, Doddy Rosadi

Minggu, 23 Februari 2014 | 12:25 WIB
Investasi di Libya, Kenapa Tidak?
Dinar Libya (www.temehu.com)

Suara.com - Investasi di bursa saham di Libya mungkin dianggap sebagai ide yang absurd, apalagi ketika negara di Afrika Utara itu masih dilanda kekacauan dan tentara masih menjaga lading minyak.

Sejak Muammar Gaddafi jatuh pada 2011, pemerintah Libya masih terus berjuang untuk menegakkan hukum dan mengambil alih control pemerintahan dengan menggunakan senjata.

Namun, meski guncangan politik masih terjadi, pasar saham Libya telah bersiap untuk meluncurkan dana investasi syariah. Otoritas saham berharap pengambil kebijakan bisa menghadirkan transparansi terhadap pasar sehingga bisa mendapat perhatian dari investor.
Aksi jual yang melanda bursa saham Libya telah membuat saham di negara itu menjadi murah. Saham perbankan yang biasanya seharga 20 dolar Amerika kini menjadi 10 dolar Amerika.

Namun, otoritas bursa menilai masih tetap sulit untuk menjual saham di negara yang masih dilanda konflik politik, aksi penembakan dan kelompok garis keras menguasai jalanan di Libya.

“Kami perlu stabilitas,” kata Ahmed Karoud, Direktur Bursa Libya yang luas ruagannya sebesar trading room.
Libya memerlukan rekonstruksi setelah dilanda perang saudara. Anggaran sebesar 55 miliar diaokasikan ntuk membuat bandara baru, universitas dan rumah sakit. Namun, kelumpuhan politik membuat anggara tersebut tidak bisa dicairkan.

Meski begitu, Libya tetaplah negara kaya, yang terletak di cadangan minyak terbesar di Afrika. Sejumlah perusahaan besar Amerika seperti Nike dan Marks & Spencer telah membuka took di distrik yang sama dengan pasar modal.

Bursa saham di Libya masih kecil dengan nilai pasar sekitar 3 miliar dolar Amerika. Bandingkan dengan bursa saham di Kairo dengan nilai pasar 70 miliar dolar Amerika dan Casablanca sebesar 50 miliar dolar Amerika.

Di negara-negara Arab, hanya bursa saham Khartoum dan Damaskus yang punya nilai pasar lebih kecil dibandingkan Libya. Pasar modal di Libya hanya memperdagangkan 11 saham, dua lebih sedikit dibandingkan era Gaddafi, dan sebagian besar saham bank dan perusahana asuransi.

Ketika pemerintah Libya mendirikan bursa saham pada 2007, tujuannya adalah menarik modal asing setelah sempat terisolasi dari dunia luar selama bertahun-tahun. Namun, investor asing masih belum mau untuk menanam uangnya karena masih tingginya korupsi di Libya.

Meski otoritas bursa memperlakukan investor asing sama dengan investor lokal, persentase mereka di bursa hanya sekitar 1,5 persen dari total perdagangan. Salah satu masalah adalah, bank sentra membuat aturan yang menyulitkan transfer mata uang ke luar Libya. “Inilah yang tengah diupayakan oleh otoritas bursa untuk diubah,” kata Karoud.

Bursa Libya kini tengah berharap dana syariah mulai masuk. Parlemen sudah meminta perankan agar memenuhi syariat Islam dan melarang pembayaran bunga pada 2015.

Dua perusahaan real estate Islam sudah mulai berinvestasi. Mereka mengajukan pinjaman 165 juta dinar Libya pada April nanti dengan bagi hasil sebesar 20 persen. Selain itu, otoritas bursa mempertimbangkan untuk memasukkan saham BUMN seperti perusahaan telepon, yang akan menghasilkan likuiditas sehingga mengakhiri dominasi saham perbankan. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Minta Pengusaha Tak Takut Laporkan Premanisme: Jangan Bikin Investor Ragu

Kapolri Minta Pengusaha Tak Takut Laporkan Premanisme: Jangan Bikin Investor Ragu

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:20 WIB

Dapat Gangguan Pungli? Kapolri Minta Pengusaha Segera Lapor Polisi

Dapat Gangguan Pungli? Kapolri Minta Pengusaha Segera Lapor Polisi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:55 WIB

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:58 WIB

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 11:33 WIB

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 10:32 WIB

Investor Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Industri Mulai Berubah

Investor Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Industri Mulai Berubah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 10:23 WIB

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:56 WIB

Minat Investasi Emas Tinggi, Pembiayaan Lewat Cicilan Makin Diminati

Minat Investasi Emas Tinggi, Pembiayaan Lewat Cicilan Makin Diminati

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 07:39 WIB

Bitcoin Bangkit dari Titik Terendah, Strategi Investasi Terukur Jadi Sorotan

Bitcoin Bangkit dari Titik Terendah, Strategi Investasi Terukur Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 07:00 WIB

Oleh-oleh Diplomatik dari Rusia: Putin Tawarkan Investasi Pabrik Pupuk hingga Kapal Pengolahan Ikan

Oleh-oleh Diplomatik dari Rusia: Putin Tawarkan Investasi Pabrik Pupuk hingga Kapal Pengolahan Ikan

Video | Senin, 07 September 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:25 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

×