Tanaman Khas Indonesia Kembali Terancam Perdagangan Liar

Ardi Mandiri Suara.Com
Selasa, 15 April 2014 | 00:30 WIB
Tanaman Khas Indonesia Kembali Terancam Perdagangan Liar
Kantung semar. (Shutterstocks)

Sementara itu, menurut Jhon, keberadaan tumbuhan yang hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi ini semakin terancam oleh perdagangan liar.

"Mereka bertransaksi secara online, dan memanfaatkan sosial media untuk bertransaksi. Kami (KTKI) tidak tahu bagaimana prosedurnya untuk melaporkan kegiatan ini, itu masalahnya," ujar dia.

Ia mengatakan, perburuan kantung semar semakin menjadi, karena masyarakat tahu nilai jual tumbuhan ini yang tinggi. Ancaman terhadap Nepenthes di alam semakin besar, masyarakat mengambil tanpa mengetahui merawat tumbuhan tersebut.

Sedangkan menurut Muhammad Mansur, Nepenthes yang memiliki akar serabut sangat sensitif jika dicabut begitu saja dari tempat hidupnya. "Dalam waktu satu minggu biasanya mati jika tidak tahu merawatnya. Yang beli kantung semar rugi, alam juga rugi karena tumbuhan ini lama tumbuh".

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembeli-pembeli kantung semar lebih banyak dari dalam negeri, karena mereka yang di luar negeri biasanya akan menolak jika bukan hasil budidaya.

"Mereka tahu kalau yang berasal dari alam akan lebih cepat mati jika dicabut. Mereka beli biasanya yang hasil budidaya, karena lebih kuat," ujar dia.

Sejauh ini, menurut dia, ancaman terhadap kantung semar lebih besar dari perdagangan liar dibading pembalakan atau kebakaran hutan.

Karena itu pula Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuka Rumah Nepenthes sebagai salah satu upaya menyelamatkan tumbuhan kantung ini.

Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas Agus Suhatman mengatakan sudah ada 55 spesies dan 48 hibrida Nepenthes yang ada di Rumah Kantung Semar di Kebun Raya Cibodas.

Banyak dari Nepenthes di tempat tersebut merupakan sumbangan dari anggota Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI). Beberapa diantaranya berasal dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan India.

Upaya membangun Rumah Kantung Semar ini, menurut dia, telah diupayakan sejak lima tahun lalu bersama dengan Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia.

Dengan adanya Rumah Nepenthes penelitian dan pengembangan untuk tujuan budidaya akan semakin digiatkan. Langkah konservasi dengan melibatkan masyarakat seperti yang telah dilakukan bersama Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia diharapkan dapat semakin diperluas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI