Moeldoko Tegaskan Tidak Pernah Minta Maaf ke Singapura soal Usman Harun

Ardi Mandiri

Kamis, 17 April 2014 | 23:39 WIB
 Moeldoko Tegaskan Tidak Pernah Minta Maaf ke Singapura soal Usman Harun
Penglima TNI Jenderal Moeldoko. [suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melalui Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menjelaskan bahwa koresponden Channel News Asia salah menafsirkan kutipan terkait penamaan KRI Usman-Harun. Sehingga Channel News Asia membuat berita yang berjudul "Indonesian Armed Forces Chief Expresses Regret Over Naming of Warship".

Berdasarkan hasil rekaman wawancara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam bentuk transkrip maupun rekaman audio, kata Kapuspen TNI, telah terjadi kekeliruan dalam penafisran kalimat.

Berikut ini adalah salah satu kutipan pertanyaan dan jawaban Panglima TNI: Koresponden Channel News Asia: "Soal yangterakhir bapak, saya kembali pada Bilateral tadi, jadi ke depan masih juga Indonesia (TNI) penamaan kapal itu diteruskan juga, dan dua SAF dan TNI sudah ada komunikasi? Dan Low Intensity situation ini tidak akan keluar dari jalur yang sewajarnya.

Jawaban Panglima TNI: "Saya pikir itu sebuah keputusan kami bahwa Usman-Harun tetap penamaan itu dan sekali lagi mohon maaf bahwa apa yang telah kami pikirkan tidak sama sekali berkaitan dengan membangun emosi kembali, tidak. Yang kedua bahwa hubungan kedua negara telah ada recovery pendekatan-pendekatan antara pimpinan, antara leader, antara saya dengan Panglima SAF dan kondisi sekarang sudah menuju ke Low intensity emosi, saya kira ini harus dijaga, tidak perlu lagi dari rekan rekan dari Singapura melakukan hal hal yang tidak produktif, kami juga seperti itu, Saya kira kita pada posisi yang saling menjaga, saling menghormati dan saling percaya.

Pernyataan Panglima TNI tersebut ditafsirkan oleh koresponden Channel News Asia bahwa Panglima TNI meminta maaf atas penamaan KRI Usman-Harun kepada Pemerintah Singapura.

Padahal maksud dari pernyataan Panglima TNI tersebut adalah permohonan maaf atas tidak dipenuhinya permohonan penangguhan penamaan KRI Usman-Harun yang sudah final dan tidak akan berubah.

"Sekali lagi bukan permohonan maaf Panglima TNI kepada pemerintah Singapura atas penamaan KRI tersebut," tegas Kapuspen TNI.

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa pernyataan Panglima TNI tersebut dikemukakan pada saat diwawancarai oleh salah satu koresponden media Channel News Asia beberapa waktu lalu di kediaman Panglima TNI di Jakarta Pusat.

Hasil wawancara tersebut selanjutnya ditayangkan oleh Channel News Asia pada hari Selasa (15/4). Dari pemberitaan tersebut diakses oleh beberapa media massa dengan menurunkan judul berita "Panglima TNI: Permintaan maaf ke Singapura". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Permintaan Maaf Panglima TNI kepada Singapura Menuai Protes

Permintaan Maaf Panglima TNI kepada Singapura Menuai Protes

News | Rabu, 16 April 2014 | 18:48 WIB

Tantowi: Tidak Semestinya Panglima TNI Meminta Maaf

Tantowi: Tidak Semestinya Panglima TNI Meminta Maaf

News | Rabu, 16 April 2014 | 18:34 WIB

Polemik KRI Usman Harun, Panglima TNI Minta Maaf kepada Singapura

Polemik KRI Usman Harun, Panglima TNI Minta Maaf kepada Singapura

News | Rabu, 16 April 2014 | 17:36 WIB

Pasukan Baret Merah Ulang Tahun ke 62 Hari Ini

Pasukan Baret Merah Ulang Tahun ke 62 Hari Ini

News | Rabu, 16 April 2014 | 08:57 WIB

Hasil Hitung Resmi, PDIP Raih 44% Suara di Singapura

Hasil Hitung Resmi, PDIP Raih 44% Suara di Singapura

News | Senin, 14 April 2014 | 18:17 WIB

Terlibat Penembakan Posko Nasdem di Aceh, TNI Pecat Praka 'Sontoloyo'

Terlibat Penembakan Posko Nasdem di Aceh, TNI Pecat Praka 'Sontoloyo'

News | Jum'at, 04 April 2014 | 16:18 WIB

Jenderal Moeldoko: Tak Ada Bahasan Saya Jadi Cawapres Jokowi

Jenderal Moeldoko: Tak Ada Bahasan Saya Jadi Cawapres Jokowi

News | Jum'at, 04 April 2014 | 11:12 WIB

Jenderal Moeldoko: Belum Ada yang Aneh-aneh Jelang Pemilu

Jenderal Moeldoko: Belum Ada yang Aneh-aneh Jelang Pemilu

News | Kamis, 03 April 2014 | 13:26 WIB

7 Negara Paling Damai di Dunia

7 Negara Paling Damai di Dunia

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2014 | 14:25 WIB

Konsumsi Wiski Terbanyak Ternyata di Singapura

Konsumsi Wiski Terbanyak Ternyata di Singapura

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2014 | 14:26 WIB

Terkini

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:07 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:02 WIB

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:57 WIB

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:55 WIB

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

×