Permintaan Maaf Panglima TNI kepada Singapura Menuai Protes

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 16 April 2014 | 18:48 WIB
Permintaan Maaf Panglima TNI kepada Singapura Menuai Protes
Panglima TNI Jenderal Moeldoko [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Penamaan Usman Harun sebagai nama kapal frigate TNI Angkatan Laut karena keduanya adalah pahlawan nasional. Artinya, Usman Harun mempunyai arti penting bagi bangsa karena telah berjasa, berjuang dan berkorban untuk tanah air dan bangsa Indonesia.

Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jaleswari Pramodani mengatakan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko seharusnya tidak perlu meminta maaf kepada Singapura karena telah memberikan nama Usman Harun untuk kapal frigate TNI Angkatan Laut. Karena, penamaan itu sekaligus menunjukkan kedaulatan bangsa Indonesia.

Singapura yang terganggu dengan penamaan itu tidak berhak untuk mendikte Indonesia mengganti nama kapal TNI AL sesuai dengan keinginannya. Justru Singapura telah mengintervensi keputusan Indonesia tentang ini.
Karenanya Indonesia tidak perlu meminta maaf kepada Singapura atas pilihannya itu," kata Jaleswari dalam pesan singkat kepada suara.com, Rabu (16/4/2014)..

Ia menambahkan, apa yang dilakukan Panglima TNI itu mungkin atas dasar pertimbangan sopan santun dalam pergaulan antar sesama bangsa ASEAN. Meski demikian, Indonesia tetap harus jelas dan tegas dalam bersikap.

Menurut dia, Indonesia harus menunjukkan kepada Singapura agar menghargai pilihan dan keputusan yang sudah dilakukan Indonesia.

Bukan kita yang tidak menghargai Singapura, tetapi Singapura yang memaksakan keinginannya kepada kita, yang harusnya dengan tegas kita tolak. Singapura harus menghargai kedaulatan kita dalam menentukan pilihan dalam negerinya, tegasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko meminta maaf kepada Singapura karena telah memberi nama Kapal Republik Indonesia Usman Harun. Nama itu diambil dari dua marinir yaitu Usman Muhammad Ali dan Harun Said yang mengebom MacDonald House di Singapura pada 1965. Aksi itu dilakukan ketika Indonesia tengah berkonfrontasi dengan Singapura.

Moeldoko yang diwawancara Channelnewsasia mengatakan, Indonesia tidak ada memiliki maksud buruk untuk menyakiti perasaan warga Singapura dengan menamakan KRI Usman Harun. Menurut dia, ini menjadi proses pembelajaran dan dia yakin hubungan antara Indonesia dengan Singapura akan semakin kuat di masa depan.

Sekali lagi saya minta maaf. Kami tidak ada maksud buruk untuk mengungkap luka lama dan melukai perasaan warga Singapura. Tidak ada sama sekali. Sudah ada komunikasi antara dua pemimpin negara. Saya juga sudah bicara dengan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, kata Moeldoko.

Meski meminta maaf, Moeldoko memastikan nama KRI tersebut akan tetap menggunakan nama Usman Harin. Kata Moeldoko, keputusan itu sudah diambil TNI pada Desember 2012 setelah melalui proses panjang. Moeldoko juga tidak menyangka pemberian nama KRI Usman Harun akan menimbulkan reaksi emosional dari warga Singapura.

Indonesia sama sekali tidak berpikir pemberian nama Usman Harun akan menimbulkan polemik. Kenapa? Karena kami tidak ada keinginan untuk mengungkap emosi dari masa lalu. Sama sekali tidak. Namun, ada hal sensitif yang tidak kami lihat dan itu akhirnya memanas. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai Panglima TNI untuk memberikan klarifikasi dan mengambil langkah agar masalah ini tidak semakin memanas," kata Moeldoko.

Pemberian nama KRI Usman Harun sempat membuat hubungan diplomatik Indonesia dengan Singapura memanas pada Februari lalu. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sudah memberi jaminan kepada Singapura bahwa Indonesia tidak ada maksud buruk terkait pemberian nama tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tantowi: Tidak Semestinya Panglima TNI Meminta Maaf

Tantowi: Tidak Semestinya Panglima TNI Meminta Maaf

News | Rabu, 16 April 2014 | 18:34 WIB

Polemik KRI Usman Harun, Panglima TNI Minta Maaf kepada Singapura

Polemik KRI Usman Harun, Panglima TNI Minta Maaf kepada Singapura

News | Rabu, 16 April 2014 | 17:36 WIB

JK: Kapal Usman Harun Tak Ganggu Hubungan Singapura - RI

JK: Kapal Usman Harun Tak Ganggu Hubungan Singapura - RI

News | Senin, 24 Februari 2014 | 04:33 WIB

KRI Usman Harun Dilarang Masuk Wilayah Singapura

KRI Usman Harun Dilarang Masuk Wilayah Singapura

News | Selasa, 18 Februari 2014 | 15:27 WIB

Soal KRI Usman Harun, Indonesia Tak Perlu Tanggapi Singapura

Soal KRI Usman Harun, Indonesia Tak Perlu Tanggapi Singapura

News | Senin, 10 Februari 2014 | 15:41 WIB

TNI Wait and See Soal Kerjasama Militer RI - Singapura

TNI Wait and See Soal Kerjasama Militer RI - Singapura

News | Senin, 10 Februari 2014 | 13:44 WIB

TNI Tak akan Ubah Nama KRI Usman Harun

TNI Tak akan Ubah Nama KRI Usman Harun

News | Senin, 10 Februari 2014 | 13:34 WIB

Tantowi Yahya: Pertahankan Nama KRI Usman Harun

Tantowi Yahya: Pertahankan Nama KRI Usman Harun

News | Minggu, 09 Februari 2014 | 12:47 WIB

Terkini

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:24 WIB

Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan

Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB