Ungkap Guru Paedofil, JIS Bekerjasama Penuh dengan FBI

Siswanto

Kamis, 24 April 2014 | 06:18 WIB
Ungkap Guru Paedofil, JIS Bekerjasama Penuh dengan FBI
Jakarta International School, Pondok Indah, Jakarta Selatan [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Saat ini, Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat sedang menyelidiki kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh William James Vahey di sejumlah negara, termasuk Indonesia. James Vahey adalah tersangka paedofil yang pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) selama 10 tahun, dari 1992 sampai 2002.

Karena sekarang FBI sedang melakukan penyelidikan, kata juru bicara JIS Daniarti Wusono kepada suara.com, Kamis (23/4/2014), JIS tidak dapat memberikan penjelasan tentang James Vahey.

“Namun yang dapat kami tekankan adalah bahwa kami akan bekerjasama sepenuhnya dengan mereka (FBI),” kata Daniarti.

Daniarti menambahkan bahwa informasi tentang kelakuan James Valey baru-baru ini saja diterima JIS dari sekolah internasional yang berada di Caracas, Venezuela.

“Setelah memperoleh informasi tersebut, kami segera menghubungi pihak FBI,” katanya.

Menurut informasi FBI, selama empat dekade, James Vahey mengajar di sejumlah sekolah swasta di berbagai negara.

Biro Houston FBI yakin, banyak anak telah menjadi korban James Vahey.

James Vahey mulai mengajar di sekolah swasta pada 1972. Terakhir kali dia mengajar di American Nicaraguan School, Pista Suburbana, Managua, Nikaragua, sampai 11 Maret 2014.

Lelaki itu diketahui meninggal dengan cara bunuh diri pada 13 Maret 2014.

Ketika diperiksa FBI dulu, James Vahey mengaku pernah melecehkan anak-anak sepanjang hidupnya dan dia mengaku memberikan anak-anak pil tidur sebelum dilecehkan.

Berikut ini adalah daftar sekolah tempat James Vahey pernah mengajar:

1. American Nicaraguan School, Managua, Nikaragua (2013-2014)

2. Southbank International School di London, Inggris (2009-2013)

3. Escuela Campo Alegre, Caracas, Venezuela (2002-2009)

4. Jakarta International School, Indonesia (1992-2002)

5. Saudi Aramco Schools di Dharhran, Arab Saudi (1980-1992)

6. American Community School di Atena, Yunani (1978-1980)

7. Passargad School di Azwaz, Iran (1976-1978)

8. American School of Madrid, Spanyol (1975-1976)

9. American Community School of Beirut di Lebanon (1973-1975)

10. Tehran American School, Iran (1972-1973).

FBI meminta para korban atau yang mengenal James Vahey untuk melapor ke Kedutaan Besar AS terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Sodomi JIS Sudah Kenali Pelaku

Korban Sodomi JIS Sudah Kenali Pelaku

News | Rabu, 23 April 2014 | 21:00 WIB

Korban Sodomi Bertambah, KPAI: Periksa Darah Semua Karyawan dan Guru JIS

Korban Sodomi Bertambah, KPAI: Periksa Darah Semua Karyawan dan Guru JIS

News | Rabu, 23 April 2014 | 19:57 WIB

Korban Baru Sodomi JIS "Dikerjai di Toliet dan Kelas

Korban Baru Sodomi JIS "Dikerjai di Toliet dan Kelas

News | Rabu, 23 April 2014 | 19:30 WIB

KPAI: Korban Sodomi di JIS Lebih Dari Satu

KPAI: Korban Sodomi di JIS Lebih Dari Satu

News | Rabu, 23 April 2014 | 19:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×