Partai Golkar Diingatkan untuk Belajar dari Dua Pilpres Sebelumnya

Siswanto

Jum'at, 02 Mei 2014 | 00:20 WIB
Partai Golkar Diingatkan untuk Belajar dari Dua Pilpres Sebelumnya
Simpatisan Partai Golkar. (Antara/Septianda Perdana)

Suara.com - Pengamat komunikasi politik dari Political Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto mengingatkan Partai Golkar untuk mengambil pelajaran dari pengalaman Pemilu Presiden sebelumnya, yakni tahun 2004 dan 2009.

"Pada pemilu legislatif 2004 Partai Golkar menjadi pemenang dan pada Pemilu Legislatif 2009 berada di posisi kedua, tapi Partai Golkar selalu gagal pada Pemilu Presiden," kata Heri Budianto di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Heri Budianto menjelaskan pada Pemilu Legislatif 2014, dari hasil hitung cepat, Partai Golkar berada di posisi kedua setelah PDI Perjuangan.

Namun, dengan mengusung calon presiden Aburizal Bakrie, Heri Budianto memperkirakan Partai Golkar akan gagal lagi memenangkan Pemilu Presiden 2014.

"Dengan strategi yang tepat, mestinya Partai Golkar dapat memenangkan pemilu presiden 2004 atau 2009," katanya.

Pengajar komunikasi politik pada FISIP Universitas Mercu Buana Jakarta ini mengusulkan agar Partai Golkar melakukan evaluasi terhadap calon presiden dari partai tersebut.

Menurut dia, calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, elektabilitasnya rendah dan sulit untuk didongkrak menjadi tinggi.

"Nama Pak Aburizal sudah tidak menjual lagi," katanya.

Heri Budianto mengusulkan agar Partai Golkar mengusung tokoh muda yang populer sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

Jika mencermati tokoh-tokoh muda yang populer di Partai Golkar, Heri menilai Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso layak untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

"Priyo Budi Santoso yang kini menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI adalah tokoh populer dan hasil survei Polcomm, popularitas dan elektabilitasnya tinggi. Saya harap Partai Golkar masih bersikap realistis," katanya.

Heri Budianto memperkirakan jika Partai Golkar tetap bersikukuh mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, maka tidak akan memenangkan Pemilu Presiden 2014.

Padahal, kata dia, sejarah Partai Golkar selalu berada di pemerintahan, tidak pernah berada di oposisi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Golkar Sudah Cocok dengan Gerindra, Tapi Dengan yang Lain Masih Pikir-pikir

Golkar Sudah Cocok dengan Gerindra, Tapi Dengan yang Lain Masih Pikir-pikir

News | Selasa, 29 April 2014 | 22:09 WIB

Sekjen Golkar Bantah Koalisi Golkar - Gerindra untuk Kalahkan Jokowi

Sekjen Golkar Bantah Koalisi Golkar - Gerindra untuk Kalahkan Jokowi

News | Selasa, 29 April 2014 | 21:53 WIB

Petinggi-petinggi Golkar Daerah Dukung Penuh ARB Jadi Capres

Petinggi-petinggi Golkar Daerah Dukung Penuh ARB Jadi Capres

News | Selasa, 29 April 2014 | 03:48 WIB

Golkar Butuh 14 Kursi Lagi untuk Usung Capres-Cawapres

Golkar Butuh 14 Kursi Lagi untuk Usung Capres-Cawapres

News | Rabu, 23 April 2014 | 12:28 WIB

Terkini

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:29 WIB

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:03 WIB

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:54 WIB

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:42 WIB