Ratusan Tewas dalam Ledakan Tambang, PM Turki Batalkan Perjalanan

Arsito Hidayatullah

Rabu, 14 Mei 2014 | 12:12 WIB
Ratusan Tewas dalam Ledakan Tambang, PM Turki Batalkan Perjalanan
Ilustrasi korban ledakan [Reuters/Osman Orsal]

Suara.com - Jumlah korban tewas dari musibah ledakan dan kebakaran tambang batu bara yang terjadi di daerah Soma, sekitar 120 km sebelah timur laut Izmir, Turki, masih saja terus bertambah. Seiring dengan itu, Perdana Menteri (PM) Turki, Tayyip Erdogan, pun dikabarkan bersiap datang ke lokasi.

Sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (14/5/2014), narasumber di kantor PM Turki mengatakan, Erdogan telah membatalkan kunjungan kerjanya ke Albania, yang sedianya berlangsung hari ini. Sang PM pun direncanakan akan berkunjung ke lokasi pertambangan tempat terjadinya bencana.

"Upaya penyelamatan saudara-saudara kita di tambang itu terus berlangsung... Insya Allah, atas kehendak Allah, dalam beberapa jam ke depan saya berharap dapat menerima kabar yang lebih melegakan," ungkap Erdogan dalam pidatonya, ketika kabar musibah itu baru mulai beredar.

Terakhir dilaporkan, setidaknya 200 orang lebih telah tewas dalam kejadian ini, dengan ratusan pekerja lainnya masih terjebak di dalam tambang. Belum diperoleh kabar pasti apakah api sudah berhasil dipadamkan total, namun tim penyelamat disebut terus fokus memasukkan oksigen ke dalam tambang.

Menteri Energi Turki, Taner Yildiz, sebelumnya menyatakan bahwa setidaknya ada 787 pekerja di dalam tambang ketika ledakan terjadi. Ledakan diduga muncul dipicu korsleting, yang sekaligus juga kemudian memadamkan listrik dan membuat lift tak bisa digunakan, sehingga para pekerja harus terkurung sekitar 2 km jauhnya di dalam tambang.

"Udara segar, oksigen, tengah dipompakan ke dalam tambang. Inilah hal paling penting bagi para pekerja kita di dalam sana saat ini," ungkap Yildiz pula.

"Kita berhadapan dengan masalah keracunan karbon dioksida dan karbon monoksida... Kita harus mengeluarkan rekan-rekan kita dari dalam sana secepatnya," sambungnya.

Sebagian besar korban sejauh ini memang dilaporkan tewas karena keracunan karbon monoksida. Sementara itu, puluhan korban terluka dilaporkan sudah langsung dirawat intensif di rumah sakit, sejak upaya penyelamatan dijalankan. Jumlah pasti korban masih sulit dikonfirmasi, lantaran memang ledakan terjadi saat pergantian shift pekerja.

Ini bisa dikatakan sebagai kecelakaan tambang paling mematikan di Turki sejak 1992 lalu. Pada tahun 1992 tersebut, sebuah ledakan gas di pertambangan Provinsi Zonguldak, kawasan Laut Hitam, menewaskan 263 pekerja dan menjadi bencana tambang terbesar. Lagi-lagi di Zonguldak, pada 2010 lalu, ledakan gas lainnya juga terjadi dan menewaskan 30 pekerja tambang. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pejabat: 157 Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara

Pejabat: 157 Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 05:17 WIB

Tambang Batu Bara Meledak, 17 Pekerja Tewas

Tambang Batu Bara Meledak, 17 Pekerja Tewas

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 03:20 WIB

Terkini

Bogor Great Mall, Destinasi Akhir Pekan Keluarga untuk Belanja hingga Kulineran

Bogor Great Mall, Destinasi Akhir Pekan Keluarga untuk Belanja hingga Kulineran

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Hidup 4 Shio Ini Diprediksi Berubah Total pada 18 Oktober, Ada Shio Anda?

Hidup 4 Shio Ini Diprediksi Berubah Total pada 18 Oktober, Ada Shio Anda?

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Cuci Tangan hingga Pilah Sampah, Kebiasaan Kecil yang Perlu Diajarkan Sejak Sekolah

Cuci Tangan hingga Pilah Sampah, Kebiasaan Kecil yang Perlu Diajarkan Sejak Sekolah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Bupati Tasikmalaya Didesak Tunduk pada Konstitusi, Hak Ahmadiyah Tak Boleh Kalah oleh Mayorita

Bupati Tasikmalaya Didesak Tunduk pada Konstitusi, Hak Ahmadiyah Tak Boleh Kalah oleh Mayorita

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Dari Piyama Hiu ke Panggung Dunia, Intip Perjalanan Park Geon-roung Jadi Idol K-Pop

Dari Piyama Hiu ke Panggung Dunia, Intip Perjalanan Park Geon-roung Jadi Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Wisata Ramah Muslim Makin Diminati, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Destinasi

Wisata Ramah Muslim Makin Diminati, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Destinasi

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi

Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Hadirkan Pangan Lokal Berkualitas, UMKM Mitra Binaan Pertamina Raih UKM Pangan Award 2026

Hadirkan Pangan Lokal Berkualitas, UMKM Mitra Binaan Pertamina Raih UKM Pangan Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:43 WIB

×