Korupsi Konferensi Internasional, JK Lindungi Megawati

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2014 | 14:09 WIB
Korupsi Konferensi Internasional, JK Lindungi Megawati
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla datangi Pengadilan Tipikor, Jakarta (4/6). [suara.com/Nikolaus Tolen

Suara.com - Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melindungi bekas atasannya Mantan Presiden Megawati agar tidak dimintai keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait kasus dugaan korupsi konferensi internasional di Kementerian Luar Negeri pada 2014-2005.

"Ibu Mega tidak perlu dipanggil, saya siap bertanggung jawab," kata JK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/6/2014), yang dimintai keterangan sebagai saksi untuk terdakwa bekas Sekjen Kemenlu Sudjanan Parnohadiningrat.

JK menjelaskan meski konferensi yang berujung pada perkara korupsi itu adalah instruksi pemerintahan di bawah Presiden Megawati, namun dirancang secara darurat dan penyelenggaraannya diizinkan penunjukkan langsung.

"Penyelenggaraan lokakarya, konferensi itu boleh penunjukan langsung, karena ini situasi darurat dan kewajiban pemerintah untuk menyelamatkannya," jelas JK yang menjabat Menkokesra saat konferensi itu dirancang.

Menurutnya konferensi itu bertujuan mengumpulkan dana dan menggambarkan kalau Indonesia dalam kondisi aman pasca bencana tsunami Aceh.

Sementara pengumpulan dana yang dimaksud adalah langkah penting penyelamatan warga dan bentuk tanggung jawab negara untuk melindugi rakyat.

"Begini ya, menyelamatkan seorang warga negara atau beberapa warga negara Indonesia, apakah kita harus mengetahui berapa jumlahnya dan dari mana. Ini jiwa, harus segera hari itu. Bahwa ada yang tidak ada, pakai dulu yang ada," tegas JK.

Sebelumnya JK menyampaikan kalau Pemerintah menghendaki pelaksanaan konferensi yang dirancang secara mendadak selama delapan hari. Kendati demikian dia menyebut tidak mengetahui unsur korupsinya.

"Ini sangat singkat, waktu persiapannya hanya 8 hari, tetapi berhasil mengumpulkan 5 miliar Dolar," tutur JK .

Sudjanan didakwa dalam perkara dugaan korupsi dana kegiatan pertemuan dan konferensi internasional di Kementerian Luar Negeri tahun 2004-2005. Dia didakwa menyalahgunakan uang dengan taksiran kerugian keuangan negara dalam perkara ini Rp 11,091 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK Sedih Bekas Anak Buah Jadi Terdakwa Korupsi

JK Sedih Bekas Anak Buah Jadi Terdakwa Korupsi

News | Rabu, 04 Juni 2014 | 12:34 WIB

Jadi Saksi Kasus Korupsi di Kemenlu, JK: Konferensi Itu Instruksi Pemerintah

Jadi Saksi Kasus Korupsi di Kemenlu, JK: Konferensi Itu Instruksi Pemerintah

News | Rabu, 04 Juni 2014 | 11:50 WIB

Jusuf Kalla Datangi Tipikor jadi Saksi Meringankan

Jusuf Kalla Datangi Tipikor jadi Saksi Meringankan

News | Rabu, 04 Juni 2014 | 11:21 WIB

Hassan Wirajuda Jadi Saksi Korupsi Seminar di Kemenlu

Hassan Wirajuda Jadi Saksi Korupsi Seminar di Kemenlu

News | Rabu, 28 Mei 2014 | 13:46 WIB

Terkini

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:25 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:07 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB