Hotman: Ortu Korban Sodomi Pernah Minta Ganti Rugi Jutaan Dolar

Laban Laisila

Selasa, 17 Juni 2014 | 15:00 WIB
Hotman: Ortu Korban Sodomi Pernah Minta Ganti Rugi Jutaan Dolar
Jakarta International School, Jakarta Selatan.[suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - Pengacara guru Jakarta International School (JIS) Pondok Indah Hotman Paris Hutapea menyatakan dua saksi yang kini sedang diperiksa Polda Meto Jaya, yakni Kepala Sekolah Timothy Carr dan Muphy, wali kelas bocah korban sodomi, mengaku kaget ada laporan kasus sodomi yang kedua.

Saat jeda pemeriksaan Hotman menyampaikan, laporan orang tua korban atas dugaan aksi kejahatan seksual yang kedua ini, karena gagalnya upaya damai antara orang tua korban kasus yang pertama dengan JIS.

“Karena laporan kedua ini diajukan begitu gagal berdamai dalam kasus yang pertama," ungkap Hotman.

Menurut Hotman, untuk kasus yang pertama, orang tua korban meminta uang 12 juta Dolar Amerika untuk berdamai. Tetapi JIS menolak karena pelakunya dari pegawai ISS yang bukan termasuk pegawai JIS.

"Katanya meminta 13,5 juta, 12 juta untuk mereka, 1,5 juta untuk pengacaranya. Itu ditolak oleh JIS. Setelah ditolak itulah ada perubahan," papar Hotman.

Hotman menuding perubahan pertama gugatan perdata diubah menjadi 125 juta Dolar dan pada awal bulan Juni membuat laporan baru, seolah-olah guru terlibat.

"Padahal dikasus pertama di dalam BAP dan di rekonstruksi sama sekali tidak melibatkan guru," tegasnya.

Sementara terkait pemeriksaan Carr dan Murphy sebagai saksi, Hotman belum bisa memberi tahu isi pemeriksaan karena masih dalam tahap pemeriksaan awal.

"Sekarang ini pertanyaan masih pengantar-pengantar, nanti sorean baru kita bisa sampaikan," jelas Hotman

Sebelumnya, Polisi menyatakan akan memanggil empat guru yang diduga terlibat dalam aksi kejahatan seksual terhadap murid TK JIS.

Kepolisian sudah mengirimkan surat pemangilan kepada guru JIS yang deportasinya sengaja ditunda menyusul laporan dugaan keterlibatan mereka dari salah seorang orang tua korban.

Kepolisian juga sudah menggeledah sejumlah ruangan di JIS dan menyita flashdisk serta handycam untuk menelisik keterlibatan mereka.

Kejahatan sodomi terungkap setelah orang tua korban, AK, berani melaporkan diri atas kejahatan seksual yang menimpa anaknya.

Kepolisian kini sudah menetapkan lima tersangka, seorang diantaranya tewas bunuh diri selagi dalam pemeriksaan.

Korban sodomi kedua, DA, baru menyampaikan laporan terbaru dan menyebut soal keterlibatan guru JIS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepala Sekolah JIS Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Kepala Sekolah JIS Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 13:00 WIB

Geledah JIS, Polisi Sita Handycam dan Flashdisk

Geledah JIS, Polisi Sita Handycam dan Flashdisk

News | Senin, 16 Juni 2014 | 20:43 WIB

Laporan Pencemaran Nama Baik, Polda Dahulukan Kasus Sodomi

Laporan Pencemaran Nama Baik, Polda Dahulukan Kasus Sodomi

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 20:17 WIB

Polisi Minta Imigrasi Tunda Deportasi Guru JIS 20 Hari

Polisi Minta Imigrasi Tunda Deportasi Guru JIS 20 Hari

News | Jum'at, 13 Juni 2014 | 19:14 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×