Helmy Faishal Bantah Ada Suap di Kementerian PDT

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2014 | 17:45 WIB
Helmy Faishal Bantah Ada Suap di Kementerian PDT
Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) membantah mengenal Bupati Biak Numfor, Yesaya Sumbok, Dia juga membantah bila ada suap di lembaga kementerian yang dipimpinya itu.

Hal itu disampaikan pada konferensi pers di kantor kemnterian di Jakarta, Selasa (17/6/2014), seraya menolak dikaitkan dengan penangkapan Yesaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam, Senin (16/6/2014).

"Tidak ada fee, tidak ada juga pelicin dan seterusnya," tegas Helmy .

Dia mengatakan, ada 183 desa yang menjadi prioritas kementerian ini. Dari total desa itu, Kementerian PDT pun sudah menyukseskan 70 desa dari target 50 desa yang dibangun. Namun, dia tidak mengetahui jumlah dana asli untuk Kabupaten Biak Numfor.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menambahkan, dirinya memang pernah ke Biak Numfor yang dikategorikan sebagai wilayah tertinggal. Saat dia berkunjung, Yesaya belum menjadi bupati.

"Waktu saya ke sana (Biak Numfor), Bupatinya masih yang lama. Saya meresmikan air bersih di sana," tuturnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta pusat, termasuk ruangan Menteri Helmy Faishal Zaini. Penyegelan diduga berkaitan dengan penangkapan Bupati Biak Numfor, Yesaya Sombuk.

"Sampai saat ini masih disegel, berapa ruang Deputy 1, di lantai 2 dan lantai 4 dan di beberapa ruang lantai 7,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (17/6/2014).

KPK menangkap Yesaya di salah satu di Hotel Akasia di bilangan Jakarta Pusat, sekaligus menyita sementara mata uang asing senilai 100 ribu dolar Singapura dan mengamankan satu buah mobil Masda Berwarna Merah.

"Jumlah total uang sekitar 100 ribu dolar Singapura dan mengamankan 1 mobil Masda warna merah, mobil diamankan dari TM," ujar Johan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Helmy Faishal Serahkan Proses Hukum ke KPK

Menteri Helmy Faishal Serahkan Proses Hukum ke KPK

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 17:11 WIB

Menteri Helmy Faishal Ngaku Tak Kenal Bupati Biak Numfor

Menteri Helmy Faishal Ngaku Tak Kenal Bupati Biak Numfor

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 16:58 WIB

Menteri Helmy Faishal Kaget Kantornya Disegel KPK

Menteri Helmy Faishal Kaget Kantornya Disegel KPK

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 16:33 WIB

Kejati Papua Tetapkan Bupati Biak Numfor Jadi Tersangka Korupsi

Kejati Papua Tetapkan Bupati Biak Numfor Jadi Tersangka Korupsi

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 15:52 WIB

Status 6 Orang yang Ditangkap KPK Masih Terperiksa

Status 6 Orang yang Ditangkap KPK Masih Terperiksa

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 15:19 WIB

Terkini

Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan

Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:18 WIB

Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB

Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap

Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB

KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:06 WIB

KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi

KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:01 WIB

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:00 WIB

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:53 WIB

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:52 WIB

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:50 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB