Wiranto: Penculikan Aktivis 1998 Atas Inisiatif Prabowo

Siswanto

Kamis, 19 Juni 2014 | 14:24 WIB
Wiranto: Penculikan Aktivis 1998 Atas Inisiatif Prabowo
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Dalam debat capres-cawapres beberapa waktu yang lalu, Prabowo Subianto menyatakan bahwa apa yang dilakukannya pada tahun 1998 sebagai Pangkostrad merupakan bagian dari tugas negara. Di luar itu, Prabowo minta agar publik menanyakan langsung kepada Panglima TNI (ABRI) ketika itu, yakni Jenderal (purn) Wiranto.

Menanggapi hal itu, dalam konferensi pers hari ini, Wiranto mengatakan bahwa ada yang hilang dalam perdebatan tentang aksi penculikan dan tindakan represif terhadap mahasiswa dan masyarakat pada medio tahun 1997-1998.

"Penculikan oleh oknum Kopassus pada medio 1997 sampai Maret 1998. Pada saat penculikan berlangsung, Panglima TNI (ABRI) ketika itu Jenderal Feisal Tanjung (alm). Pada bulan Maret ketika kasus itu harus dibongkar, saya menggantikan posisi menjadi Panglima TNI. Dengan demikian waktu kasus terjadi panglimanya lama (Feisal), waktu pengusutan panglima sudah baru," kata Wiranto di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran di Jl HOS Cokroaminoto 55-57, Jakarta, Kamis (19/6/2014)..

Ketika desakan untuk membongkar kasus penculikan ramai, Wiranto bertanya kepada Feisal Tanjung tentang apakah ada perintah penculikan atau perintah tindakan represif terhadap mahasiswa dan masyarakat lainnya yang sedang bergolak?

"Tidak pernah saya. Betul-betul tidak pernah," kata Wiranto menirukan jawaban Feisal.

Wiranto sendiri juga mengatakan sebagai Panglima TNI ketika itu tidak pernah memerintahkan bawahan untuk menculik atau represif dalam menanggapi gejolak di tengah masyarakat.

Wiranto mengatakan kebijakan TNI dalam menghadapi mahasiswa ketika adalah dengan cara persuasif, terhormat, komunikatif, bukan dengan represif.

"Cara-cara kekerasan represif digunakan apabila terpaksa dan perintah panglima. Dengan demikian tidak ada kebijakan dari pimpinan TNI yang ekstrim waktu itu, untuk perintahkan penculikan," kata Wiranto.

Wiranto menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oknum Kopassus selama medio 1997-1998 dilakukan atas inisiatif pribadi dengan dasar analisis keadaan yang terjadi saat itu.

Pernyataan Prabowo dalam debat capres-cawapres ketika itu untuk menanggapi Jusuf Kalla yang mencoba mengungkit masa lalu Prabowo.

JK mempertanyakan kasus pelanggaran hak asasi manusia pada tahun 1998 hingga dia dipecat dari TNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hatta Sampaikan Salam Prabowo untuk Ibu-ibu

Hatta Sampaikan Salam Prabowo untuk Ibu-ibu

News | Senin, 16 Juni 2014 | 11:53 WIB

Jokowi : Mau Pegang Pemerintahan, Harus Tahu Singkatan

Jokowi : Mau Pegang Pemerintahan, Harus Tahu Singkatan

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 23:31 WIB

Ini Alasan Prabowo Beri Dukungan ke Jokowi

Ini Alasan Prabowo Beri Dukungan ke Jokowi

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 23:02 WIB

Terkini

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×