Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen

M Nurhadi

Selasa, 01 September 2026 | 06:11 WIB
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan (AI/Nano Banana)
baca 10 detik
  • Riset Sun Life 2026 menunjukkan 48 persen masyarakat Indonesia belum memiliki rencana keuangan jangka panjang.
  • CIMB Niaga Wealth XPO 2026 mengadakan sesi edukasi Wealth Practice untuk membahas perencanaan warisan keluarga.
  • Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga menyediakan produk asuransi X-Tra Proteksi Waris USD untuk perlindungan finansial.

Suara.com - Seiring pesatnya perkembangan keuangan, kesadaran terhadap perencanaan keuangan jangka panjang telah menjadi elemen krusial bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Mengelola pendapatan tidak lagi sekadar berpusat pada pemenuhan kebutuhan konsumsi harian atau alokasi tabungan darurat berjangka pendek.

Tuntutan gaya hidup modern, biaya pendidikan yang terus menyesuaikan inflasi, serta kebutuhan akan jaring pengaman finansial mendorong pergeseran paradigma.

Masyarakat kini semakin dituntut untuk memetakan alur keuangan mereka jauh ke masa depan, memastikan bahwa stabilitas ekonomi dapat dipertahankan secara konsisten melampaui usia produktif.

Namun, data di lapangan menunjukkan realitas yang menuntut perhatian lebih mendalam terkait literasi finansial.

Berdasarkan riset Sun Life Financial Resilience Index 2026, terungkap bahwa 48% masyarakat Indonesia saat ini belum memiliki cetak biru perencanaan keuangan jangka panjang, atau batasan visi finansial mereka hanya terhenti pada rentang waktu satu tahun ke depan.

Di sisi lain, temuan riset yang sama memperlihatkan sebuah kontras yang signifikan terkait kondisi psikologis finansial; kelompok masyarakat yang telah mengadopsi perencanaan jangka panjang mencatatkan tingkat kepercayaan diri finansial yang sangat tinggi, yakni menyentuh angka 86%, berbanding jauh dengan angka 25% pada kelompok yang tidak memiliki rencana serupa.

Kondisi tersebut menggarisbawahi urgensi dari konsep wealth management yang lebih holistik, di mana salah satu pilar utamanya adalah legacy planning atau perencanaan warisan. Transisi pemahaman dari sekadar mengumpulkan aset menjadi bagaimana mendistribusikan dan menjaga nilai aset tersebut merupakan sebuah fase penting dalam pendewasaan finansial. Perencanaan warisan pada dasarnya adalah upaya sistematis untuk memastikan bahwa stabilitas yang telah dibangun oleh satu generasi tidak terhenti begitu saja, melainkan berlanjut sebagai fondasi bagi generasi berikutnya.

Merespons tren kebutuhan literasi dan strategi finansial di tengah masyarakat, berbagai platform edukasi mulai diintensifkan. Salah satu contoh implementasinya terlihat pada sesi edukasi finansial Wealth Practice yang menjadi bagian dari agenda CIMB Niaga Wealth XPO 2026.

Pendekatan edukatif dalam sesi tersebut menyoroti perluasan definisi warisan di mata masyarakat modern. Warisan tidak lagi dipandang secara sempit sebagai perpindahan kepemilikan harta benda atau aset fisik semata.

baca juga

Lebih dari itu, konsep warisan kini mencakup transfer nilai-nilai keluarga, pemastian akses terhadap pendidikan berkualitas, instrumen perlindungan untuk memitigasi risiko, serta penciptaan ruang kebebasan finansial agar generasi penerus dapat mengeksplorasi potensi dan pilihan hidup mereka secara optimal.

Untuk mendukung struktur perencanaan yang komprehensif, pemahaman mengenai aspek legalitas tidak kalah krusial dibandingkan instrumen finansial itu sendiri. Diskusi mengenai kesiapan legal ini diurai secara objektif oleh Rieke Caroline, Notary Public & Founder Kontrak Hukum.

Pemahaman mengenai administrasi dokumen, hukum waris, ketentuan wasiat, mekanisme hibah, hingga pentingnya menjaga jalur komunikasi yang transparan di dalam internal keluarga menjadi faktor fundamental untuk menghindari sengketa dan memastikan kelancaran transisi kekayaan.

“Kita tidak bisa memilihkan kehidupan untuk anak-anak kita. Yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan nilai sebagai kompas dan fondasi yang memberi mereka pilihan. Bagi saya, itulah warisan: bekal dan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Dan bagian dari menyiapkan bekal itu adalah memastikan apa yang kita bangun hari ini tetap bisa memberi rasa aman bagi mereka di masa depan,” ujar Najwa Shihab.

Najwa Shihab ikut bahas kelola aset dan keuangan untuk penerus atau 'warisan' [Ist]
Najwa Shihab ikut bahas kelola aset dan keuangan untuk penerus atau 'warisan' [Ist]

“Sebagai anak, saya melihat legacy bukan hanya tentang warisan, tetapi juga nilai, rasa aman, dan kesiapan menghadapi masa depan. Perlindungan finansial seperti asuransi dapat menjadi salah satu cara keluarga membangun kesiapan itu,” ujar Izzat Ibrahim Assegaf.

“Kebutuhan nasabah dalam wealth management terus berkembang, tidak hanya untuk membangun kekayaan, tetapi juga mengelola, melindungi, dan memastikan keberlanjutannya bagi keluarga. Karena itu, legacy planning menjadi bagian penting dari perencanaan kekayaan jangka panjang yang menyeluruh dan perlu dipersiapkan sejak dini. Sejalan dengan purpose CIMB Niaga untuk Advancing Customers & Society, kami terus menghadirkan solusi yang membantu nasabah dalam merencanakan dan meneruskan wealth secara terarah, sehingga nilai yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mendukung kesejahteraan keluarga lintas generasi,” ujar Noviady Wahyudi, Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga.

Sebagai salah satu instrumen riil untuk mengelola mitigasi risiko tersebut, pasar keuangan saat ini menyediakan beragam pilihan, termasuk produk asuransi jiwa tradisional seperti X-Tra Proteksi Waris USD yang dikembangkan Sun Life Indonesia dan didistribusikan melalui CIMB Niaga.

Instrumen berdenominasi dolar AS ini beroperasi sebagai mekanisme perlindungan jiwa jangka panjang dengan batas pertanggungan hingga usia 100 tahun.

“Legacy yang bermakna tidak hanya berbicara tentang harta, tetapi juga nilai, kasih sayang dan rasa aman yang ingin kita teruskan kepada keluarga. Karena itu, niat baik keluarga perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan yang lebih nyata dan terstruktur, termasuk melalui perlindungan jiwa seperti X-Tra Proteksi Waris USD sebagai salah satu opsi dalam legacy planning,” ujar Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan

Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Asuransi Kesehatan dari Kantor Bisa Berakhir Saat Pensiun, Ini yang Perlu Disiapkan

Asuransi Kesehatan dari Kantor Bisa Berakhir Saat Pensiun, Ini yang Perlu Disiapkan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Tak Cuma Cari Kerja, PMI Butuh Asuransi

Tak Cuma Cari Kerja, PMI Butuh Asuransi

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:06 WIB

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

×