Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Vania Rossa

Selasa, 01 September 2026 | 06:21 WIB
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Sebanyak 80 pengusaha membangun 40 rumah layak huni di Desa Wanaherang pada Sabtu (29/8/2026).
  • Kegiatan CEO Build 2026 ini juga menggalang dana untuk merenovasi 200 rumah penyintas gempa Flores.
  • Program kolaboratif tersebut bertujuan memperluas akses hunian layak sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 11.

Suara.com - Sebanyak 40 rumah layak huni dibangun bagi keluarga berpenghasilan rendah di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pembangunan rumah tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak.

Upaya penyediaan hunian tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dengan melibatkan pemimpin bisnis, sektor swasta, serta organisasi kemanusiaan. Selain pembangunan rumah, kolaborasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kemiskinan perumahan di Indonesia.

Kegiatan pembangunan rumah tersebut berlangsung dalam rangkaian CEO Build 2026 yang digelar di Desa Wanaherang, Sabtu (29/8/2026). Lebih dari 80 pengusaha, CEO, dan top eksekutif terlibat dalam kegiatan tersebut.

Para peserta tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pembangunan rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengatakan persoalan perumahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena akses terhadap hunian layak masih menjadi tantangan bagi masyarakat.

“Sejalan dengan SDG 11, kami terus mendorong keterlibatan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan lingkungan permukiman yang berkelanjutan,” ujar Handoko.

Menurut dia, kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga memperoleh tempat tinggal yang layak.

Pembangunan 40 rumah di Bogor tersebut merupakan bagian dari kegiatan CEO Build yang telah berlangsung sejak 2015. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut telah berkontribusi terhadap pembangunan rumah layak huni di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pembangunan dilakukan di Kabupaten Bogor sebanyak empat rumah pada 2015, Kabupaten Gresik sebanyak 11 rumah pada 2019, Kabupaten Banyuwangi sebanyak 29 rumah pada 2022, serta Kabupaten Bogor sebanyak 38 rumah pada 2025.

baca juga

Dalam pelaksanaan tahun ini, para pemimpin bisnis diajak melihat secara langsung kondisi masyarakat yang menghadapi persoalan hunian sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan rumah.

Ketua CEO Build 2026 Edwin Soeryadjaya mengatakan keterlibatan dalam kegiatan kerelawanan diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat.

“Saya sangat bersyukur, melalui kegiatan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun ini, semakin banyak rekan pebisnis yang turut mengambil bagian dalam membangun Indonesia. Saya berharap semangat kebaikan ini dapat terus ditularkan, sehingga semakin banyak keluarga dapat memperoleh rumah yang layak huni,” kata Edwin.

Selain pembangunan rumah di Bogor, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penggalangan dana untuk membantu keluarga penyintas gempa Flores.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung renovasi 200 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang di Flores. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga terdampak bencana mendapatkan hunian yang lebih aman dan layak.

Penyediaan hunian layak tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11, yakni mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Upaya kolaboratif seperti pembangunan rumah di Bogor diharapkan dapat terus diperluas untuk membantu lebih banyak keluarga berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak sekaligus mendorong penanganan persoalan backlog perumahan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Terkini

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:37 WIB

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:28 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Kenali Fitur Unggulan Pusat Bantuan BRImo untuk Kenyamanan Bertransaksi

Kenali Fitur Unggulan Pusat Bantuan BRImo untuk Kenyamanan Bertransaksi

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:52 WIB

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Prabowo Didukung Hampir Semua Partai di DPR, Pengamat Ingatkan Pentingnya Kontrol Publik

Prabowo Didukung Hampir Semua Partai di DPR, Pengamat Ingatkan Pentingnya Kontrol Publik

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

×