- Sebanyak 80 pengusaha membangun 40 rumah layak huni di Desa Wanaherang pada Sabtu (29/8/2026).
- Kegiatan CEO Build 2026 ini juga menggalang dana untuk merenovasi 200 rumah penyintas gempa Flores.
- Program kolaboratif tersebut bertujuan memperluas akses hunian layak sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 11.
Suara.com - Sebanyak 40 rumah layak huni dibangun bagi keluarga berpenghasilan rendah di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pembangunan rumah tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak.
Upaya penyediaan hunian tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dengan melibatkan pemimpin bisnis, sektor swasta, serta organisasi kemanusiaan. Selain pembangunan rumah, kolaborasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kemiskinan perumahan di Indonesia.
Kegiatan pembangunan rumah tersebut berlangsung dalam rangkaian CEO Build 2026 yang digelar di Desa Wanaherang, Sabtu (29/8/2026). Lebih dari 80 pengusaha, CEO, dan top eksekutif terlibat dalam kegiatan tersebut.
Para peserta tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pembangunan rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengatakan persoalan perumahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena akses terhadap hunian layak masih menjadi tantangan bagi masyarakat.
“Sejalan dengan SDG 11, kami terus mendorong keterlibatan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan lingkungan permukiman yang berkelanjutan,” ujar Handoko.
Menurut dia, kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga memperoleh tempat tinggal yang layak.
Pembangunan 40 rumah di Bogor tersebut merupakan bagian dari kegiatan CEO Build yang telah berlangsung sejak 2015. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut telah berkontribusi terhadap pembangunan rumah layak huni di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebelumnya, pembangunan dilakukan di Kabupaten Bogor sebanyak empat rumah pada 2015, Kabupaten Gresik sebanyak 11 rumah pada 2019, Kabupaten Banyuwangi sebanyak 29 rumah pada 2022, serta Kabupaten Bogor sebanyak 38 rumah pada 2025.
Dalam pelaksanaan tahun ini, para pemimpin bisnis diajak melihat secara langsung kondisi masyarakat yang menghadapi persoalan hunian sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan rumah.
Ketua CEO Build 2026 Edwin Soeryadjaya mengatakan keterlibatan dalam kegiatan kerelawanan diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat.
“Saya sangat bersyukur, melalui kegiatan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun ini, semakin banyak rekan pebisnis yang turut mengambil bagian dalam membangun Indonesia. Saya berharap semangat kebaikan ini dapat terus ditularkan, sehingga semakin banyak keluarga dapat memperoleh rumah yang layak huni,” kata Edwin.
Selain pembangunan rumah di Bogor, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penggalangan dana untuk membantu keluarga penyintas gempa Flores.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung renovasi 200 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang di Flores. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga terdampak bencana mendapatkan hunian yang lebih aman dan layak.
Penyediaan hunian layak tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11, yakni mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Upaya kolaboratif seperti pembangunan rumah di Bogor diharapkan dapat terus diperluas untuk membantu lebih banyak keluarga berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak sekaligus mendorong penanganan persoalan backlog perumahan di Indonesia.