Din: Muhammadiyah Jangan Mau Dicabik-cabik Politisi

Ardi Mandiri Suara.Com
Sabtu, 05 Juli 2014 | 14:51 WIB
 Din: Muhammadiyah Jangan Mau Dicabik-cabik Politisi
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin meminta umat Muhammadiyah agar tidak mau dicabik-cabik untuk kepentingan para elit politik atau politisi, terutama menjelang Pemilihan Presiden 2014.

"Dengan kejernihan kalbu, kita orang-orang Muhammadiyah maupun organisasinya jangan mau dicabik-cabik oleh kepentingan politisi. Muhammadiyah harus punya daya tahan, jangan sampai terseret arus," tegas Din ketika membuka Kajian Ramadhan "Rekonsatruksi Masa Depan Berbasis Kejernihan Qalb" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (7/5/2014).

Din menegaskan, Muhammadiyah harus bisa menjadi "wasit" moral, jangan sampai ada gontok-gontokan. Namun, fakta di lapangan apa yang terjadi, dalam tiga hari terakhir ini tidak hanya organisasi saja yang terbelah, negeri ini dan Islam pun juga terbelah hanya karena "syahwat" politik.

Ia menilai kondisi negeri ini menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 terutama dalam tiga hari terakhir, sudah berlebihan, banyak komponen masyarakat hingga organisasi pun ikut terbelah.

Bahkan, kata Din, dirinya diyakinkan banyak pihak jika dalam proses Pilpres nanti secara teoritis hasilnya hanya selisih tipis, akan berpotensi rusuh. "Kalau hal itu sampai terjadi, negeri ini dihadapkan pada jurang kehancuran, apalagi kekuatan asing sudah menunggu dengan caranya sendiri," tandasnya.

Pada kesempatan itu Din juga mengajak seluruh anggota Muhammadiyah untuk ikut menyukseskan Pilpres dan berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) 9 Juli nanti. Anggota dan kader Muhammadiyah tidak boleh golput.

Hanya saja, ketika memilih seorang calon pemimpin harus mengedepankan rasionalitas, integritas, moral, dan apakah calon tersebut agamis. Kalau memilih pemimpin hanya karena intriknya, apalagi hanya karena imbalan materiil, itu namanya jahat sekali dan orang bersangkutan tidak cerdas sama sekali.

Selain itu, kanya, jika masih kurang yakin dengan pilihannya, maka berdoalah dan lakukan shalat istikharah terlebih dahulu sebelum datang ke tempat pemunggutan suara (TPS) karena ini untuk menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan.

"Saya juga tidak setuju kalau Pilpres ini dipersepsikan sebagai perang, apalagi sampai perang badar, sebab di sini tidak ada perang fisik dan tidak ada kaitannya dengan perang agama," tegasnya.

Menyinggung kedua calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres), Din mengaku keduanya ada sisi baiknya dan ada sisi kurang baiknya. "Saya juga mengenal semua calon dan Muhammadiyah kita dorong saja sebagai wasit moral yang tidak memihak capres siapapun," tegas Din.

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI