Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 21 April 2026 | 16:08 WIB
Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik
Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekerasan yang terus terjadi di Tanah Papua sejak tahun 2025 hingga April 2026. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyoroti eskalasi kekerasan di Papua sepanjang tahun 2025 hingga April 2026.
  • Insiden kekerasan di Kabupaten Puncak pada 14 April 2026 menyebabkan sembilan nyawa melayang dan ratusan warga mengungsi.
  • Yorrys mendesak pemerintah segera menyusun dan memaparkan strategi besar penyelesaian konflik Papua secara transparan kepada publik nasional.

Suara.com - Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekerasan yang terus terjadi di Tanah Papua sejak tahun 2025 hingga April 2026.

Ia menyoroti banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dan mendesak pemerintah untuk segera merumuskan serta memaparkan strategi besar (grand design) penyelesaian konflik secara transparan.

Yorrys mengungkapkan, bahwa dalam kurun waktu tersebut, ratusan nyawa telah melayang dari berbagai elemen, mulai dari warga sipil, aparat TNI/Polri, hingga kelompok bersenjata (OPM/TPNPB/KKB).

“Semua korban adalah anak bangsa. Setiap nyawa yang hilang merupakan luka bagi Indonesia,” ujar Yorrys di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Salah satu insiden paling memilukan yang disoroti Yorrys adalah kejadian pada 14 April 2026 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Peristiwa tersebut merenggut 9 nyawa, termasuk seorang balita, serta menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Menurutnya, wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah kini menjadi titik paling rawan di mana warga kehilangan hak-hak dasarnya, seperti tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

“Banyak warga hidup dalam kondisi jauh dari standar kemanusiaan yang layak, sementara perhatian terhadap pengungsi masih belum optimal,” tegasnya.

Selain isu keamanan, Yorrys juga menggarisbawahi masalah struktural lainnya seperti angka kemiskinan yang tetap tertinggi di tingkat nasional dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang masih menggantung.

baca juga

Ia menilai hal-hal tersebut telah memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.

Meski mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan fisik di Papua, Yorrys mengkritik belum adanya peta jalan yang jelas dan bisa diakses oleh publik untuk mengakhiri konflik secara permanen.

“Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat grand design dan road map yang komprehensif dan terbuka kepada publik terkait penyelesaian konflik Papua secara menyeluruh,” ujarnya.

Evakuasi jenazah korban kerusuhan Elelim yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (16/9) dan ditemukan Sabtu (20/9) di belakang camp Paesa di Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan [Suara.com/ANTARA/HO/Humas Polda Papua]
Evakuasi jenazah korban kerusuhan Elelim yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (16/9) dan ditemukan Sabtu (20/9) di belakang camp Paesa di Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan [Suara.com/ANTARA/HO/Humas Polda Papua]

Mewakili aspirasi Anggota DPD RI se-Tanah Papua, Yorrys menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah:

  1. Menghentikan kekerasan secara menyeluruh di Tanah Papua.
  2. Memastikan keamanan dan kelayakan hidup masyarakat.
  3. Membuka grand design dan road map penyelesaian konflik secara transparan.
  4. Mendorong dialog inklusif dengan seluruh unsur masyarakat Papua.
  5. Menuntaskan pelanggaran HAM secara adil dan transparan.
  6. Mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pembangunan secara berkelanjutan.
  7. Memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam menyelesaikan konflik.

Yorrys menekankan, bahwa permasalahan Papua tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sektoral. Diperlukan komitmen kuat dan kerja sama dari seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan kedamaian di bumi Cenderawasih.

“Penyelesaian konflik Papua tidak dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa. Tanah Damai bukanlah mimpi, tetapi tidak akan pernah terwujud tanpa kolaborasi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

News | Senin, 20 April 2026 | 20:10 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

News | Senin, 09 Februari 2026 | 17:01 WIB

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

News | Senin, 09 Februari 2026 | 16:03 WIB

Terkini

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

×