Suara.com - Setidaknya tujuh warga Palestina tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel ke jalur Gaza, Minggu (7/7/2014) dini hari. Serangan ini sebagai balasan setelah pejuang Palestian menembakkan puluhan roket ke Israel selatan.
Juru bicara pelayanan kesehatan Jalur Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan dua warga Palestina tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan drone di timur Rafah, Gaza selatan. Dia juga mengatakan, seorang Palestina ketiga yang terluka dalam serangan itu meninggal.
Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan, sementara ini enam pejuang pria mereka terbunuh akibat serangan Israel di Rafah. Qudra tidak mengkonfirmasi pernyataan Qassam.
Para saksi mengatakan, anggota Qassam tewas ketika sebuah terowongan runtuh menimpa mereka menyusul serangan Israel.
Militer Israel menyatakan telah menargetkan sembilan titik yang disebutnya sumber teror dan tempat serangan roket diluncurkan di Jalur Gaza. Dalam satu pernyataan itu juga disebutkan serangan ini dilakukan setelah gerilyawan menembakkan lebih dari 25 mortir dan roket ke Israel pada Ahad.
Minggu malam, dua gerilyawan Palestina lainnya tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel terhadap kamp pengungsi Bureij, dekat perbatasan Gaza tengah dengan Israel. Militer Israel mengatakan sasaran adalah "teroris yang terlibat dalam peluncuran roket".
Qudra juga mengatakan, lima warga sipil terluka di Beit Hanun setelah roket ditembakkan oleh gerilyawan Gaza jatuh sebelum mencapai wilayah Israel.
Situasi di jalur Gaza memanas, menyusul pembunuhan terhadap remaja Palestina, Mohammed Abu Khder, 16 tahun, pada 2 Juli lalu. Pembunuhan ini memicu kekerasan di timur Yerusalem selama empat hari terakhir. (Reuters)