KPU Tunggu Laporan dari Masyarakat Soal C1 yang Janggal

Ruben Setiawan

Sabtu, 12 Juli 2014 | 21:37 WIB
KPU Tunggu Laporan dari Masyarakat Soal C1 yang Janggal
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay. (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Dokumen C1 yang merupakan  hasil catatan pemungutan suara di tingkat TPS memang sengaja dipublikasikan kepada masyarakat. Tujuannya tak lain adalah untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan yang berpotensi timbul di masyarakat. Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay.

"jadi C1 itu adalah catatan dari hasil pemilu di tingkat TPS, dan itu memang kami publikasikan," kata Hadar di  Jakarta selatan, hari Sabtu (12/7/2014).

Tak hanya itu, Hadar menambahkan, masyarakat dapat mengakses dokumen C1 di situs KPU jika ingin mengetahui hasil pengumutan suara yang dilakukan oleh KPU.

"Jadi, tujuannya ada dua, untuk masyarakat bisa mengentahui secara cepat, jadi mereka-mereka yang ingin tahu hasilnya seperti apa, yang tidak bisa hadir di TPS itu bisa tau," tambahnya

Gumay juga menegaskan, publikasi dilakukan agar masyarakat bisa memonitor langsung. Jika ada keganjilan, masyarakat dapat melapor kepada saksi-saksi dari masing-masing pasangan calon, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Jadi kalau sekarang ditemukan ada keganjilan, silahkan itu di sampaikan ke kami. Atau yg lebih efektif disampaikan kepada KPU yang terkait, misalkan kalau di temukan di Tangerang, disampaikan ke Tanggerang. Itu yang pertama, kedua, disampaikan kepada pengawas pemilu juga bisa, yang ketiga, disampaikan peda para saksi dari pasangan calon. Sehingga mereka punya bahan, untuk nanti mengecek saat rekap diatasnya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesan Gusdurian kepada Massa Pasangan Capres-cawapres

Pesan Gusdurian kepada Massa Pasangan Capres-cawapres

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 20:58 WIB

Bawaslu: Abaikan Kesalahan Data di Laman KPU

Bawaslu: Abaikan Kesalahan Data di Laman KPU

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 20:33 WIB

Presiden Terpilih Diminta Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM

Presiden Terpilih Diminta Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 19:00 WIB

Jokowi: Penghitungan C1 Tidak Beda dengan Hasil Quick Count

Jokowi: Penghitungan C1 Tidak Beda dengan Hasil Quick Count

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 18:32 WIB

Kekhawatiran PDI Perjuangan Dijegal di DPR, PAN: Itu Paranoid Saja

Kekhawatiran PDI Perjuangan Dijegal di DPR, PAN: Itu Paranoid Saja

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 16:35 WIB

Tantowi Yahya: Hasil "Quick Count" Bisa Membuat KPU Lebih Baik

Tantowi Yahya: Hasil "Quick Count" Bisa Membuat KPU Lebih Baik

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 15:59 WIB

Terkini

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer

Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:52 WIB

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:40 WIB

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB