Ahok Ancam Pecat Semua Pegawai Uji KIR

Siswanto

Kamis, 24 Juli 2014 | 23:04 WIB
Ahok Ancam Pecat Semua Pegawai Uji KIR
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. (Youtube)

Suara.com - Bukan Basuki Tjahaja Purnama kalau bersikap melempem kepada para pegawai negeri sipil maupun honorer yang nakal.

Ahok tunjukkan lagi ketegasannya ketika inspeksi mendadak ke Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, Rabu (23/7/2014).

Ketika sidak, Ahok didampingi pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Sekretaris Daerah Saefullah, dan Kepala Inspektorat Provinsi Franky Mangatas. Saat baru datang ke instansi "basah" itu, Ahok langsung minta para pegawai Dinas Perhubungan mengoperasikan alat-alat untuk uji kelayakan kendaraan bermotor (kir). Tapi ternyata alat-alat, seperti pemeriksa lampu, tak berfungsi.

Ahok benar-benar berang. Ia masuk ke dalam kantor, lalu mendamprat para pegawai.

Salah satu pegawai yang ia semprot adalah seorang perempuan. Ia minta pegawai tersebut untuk memberikan informasi tentang permasalahan yang terjadi di instansi yang paling rawan korupsi ini. Tapi, perempuan tadi tidak mau mengaku.

"Saya sih gampang saja, kalau ibu jawab tidak tahu, saya pecat langsung. Saya enggak mau tahu.
Kalau ibu jawab dengan baik, kami akan pertimbangkan," kata Ahok. Perempuan itu pun salah tingkah.

"Kalau dia gak kasih data apapun, saya akan pecat langsung,"  Ahok menambahkan. "Jadi semua PNS di sini yang jawab tidak tahu masalah, kita pecat langsung."

Setelah itu Ahok pindah ke ruangan lain. Ia semakin meradang. Di depan pimpinan balai, Ahok meminta dia untuk jujur saja dengan memberikan laporan masalah-masalah yang terjadi karena sesungguhnya Ahok sudah memegang data dari laporan KPK.

"Kalau bapak jujur sama saya. Saya akan pertimbangkan, hukuman masih ringan. Kalau tidak, semua di sini saya pecat," ujar Ahok dengan nada tinggi.

Pimpinan balai terlihat celingak-celinguk dan salah tingkah. Tapi ia tidak mau menuruti permintaan Ahok.

"PNS di sini, silakan gugat saya. Saya akan pecat semuanya kalau tidak mau ngaku. Sederhana toh. Kalau anda tidak mau kerjasama, saya pecat," ujar Ahok.

Ahok yakin semua pegawai di balai tersebut tahu tentang praktik pelanggaran uji kir, tapi mereka semua sengaja menutup-nutupinya agar tak ketahuan.

"Yang tidak mau kerjasama sama kita, bukan cuma kita putuskan kontrak (khusus yang honorer), tapi kita laporkan polisi. Kasus penipuan," kata lelaki berkacamata itu.

Berdasarkan fakta peralatan uji kir yang tidak berfungsi, kata Ahok, seharusnya banyak kendaraan yang tidak lulus ujian, tapi ternyata tetap diluluskan. Bagi Ahok itu sudah gamblang. Itu sebabnya, Ahok marah besar ketika masih ditutup-tutupi.

"Ini jelas, harusnya yang tidak lulus dibatalin. Bapak lebih tahu mana lulus tidak lulus. Gak usah bohongin sayalah, saya ini dulu pengusaha, saya ngerti. Makanya, siang ini saya mau, putuskan sama saya, sebelum saya pergi, berapa yang sudah lulus, tapi sebenarnya tidak lulus. Kasih tahu saya. Kalau tidak saya pecat, seluruh PNS di sini saya pecat," kata Ahok.

Ahok menantang seluruh PNS di balai itu untuk menggugatnya setelah dipecat.

Kepada para pimpinan balai, Ahok menekankan lagi bahwa KPK sudah punya data semua tentang kecurangan di balai.

"Tentang duit dicolong berapa, dikutip berapa, lulus berapa tidak berapa, kami sudah tahu," kata Ahok.

"Tinggal anda-anda semua mau jujur tidak. kalau tidak mau jujur, tidak tahu. Saya sederhana saja, saya pecat jadi PNS. Kalau ditanya kenapa saya pecat, saya juga jawab tidak tahu seperti anda jawab tidak tahu itu," kata Ahok.

"Silakan gugat saja. Siapin pengacara yang baik. Jangan kalah sama saya," kata Ahok sambil keluar dari ruangan.

Apa yang sesungguhnya terjadi di balai? Menurut Bambang dalam konferensi pers usai sidak, petugas KPK sudah menginvestigasi praktik uji kir di balai. Temuannya amat mencengangkan.

"Pertama, setelah kami cek dari pagi, 80-90 persen alat sudah tidak berfungsi," kata Bambang.

Kedua, kata Bambang, tidak ada hubungan antara proses pemeriksaan dan hasil kir karena tidak ada sistem yang mengoneksikannya. Dengan kata lain, uji kirnya tipu-tipu.

"Tidak ada alat untuk konfirmasi itu. Formulirnya tidak seusai," kata dia.

Ketiga, KPK juga mendapatkan problem struktural dan buruknya SDM balai. Pantas saja Ahok ngamuk!

Apakah Anda ingin melihat langsung bagaimana Ahok berang saat sidak? Silakan klik link berikut ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Ahok 'Ngamuk' Saat Temukan Pungli Uji KIR

Ahok 'Ngamuk' Saat Temukan Pungli Uji KIR

Video | Kamis, 24 Juli 2014 | 15:37 WIB

Pungli Kir, Ahok: Ada Dua Dinas yang Bikin Pusing

Pungli Kir, Ahok: Ada Dua Dinas yang Bikin Pusing

News | Kamis, 24 Juli 2014 | 14:48 WIB

Pungli Kir, Ahok Sebut Indikasi Aliran Duit ke Dishub

Pungli Kir, Ahok Sebut Indikasi Aliran Duit ke Dishub

News | Kamis, 24 Juli 2014 | 14:15 WIB

Jokowi Setuju Pecat PNS Uji KIR yang Bandel

Jokowi Setuju Pecat PNS Uji KIR yang Bandel

News | Kamis, 24 Juli 2014 | 11:36 WIB

Terkini

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Video | Rabu, 04 November 2026 | 20:00 WIB

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:57 WIB

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:55 WIB

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

×