Soal Susunan Kabinet, Nasdem Pasrahkan ke Jokowi

Laban Laisila

Jum'at, 25 Juli 2014 | 21:12 WIB
Soal Susunan Kabinet, Nasdem Pasrahkan ke Jokowi
Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Jumat (2/5/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, pihaknya tidak akan memaksakan kader-kader partainya masuk dalam kabinet pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Kalau diajak masuk ke dalam kabinet ya syukur, kalau tidak itu konsekuensi dari koalisi tanpa syarat," kata Surya saat buka bersama dengan awak media, di Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Menurut dia, meski kader partainya banyak yang mumpuni dan berkualitas, namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi-JK.

"Presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2014-2019 memiliki kewenangan besar untuk menyusun kabinetnya. Namun, diharapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK harus efisien, efektif, dan transparan," kata Surya.

Dia mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK sangat mengharapkan dukungan masyarakat, tapi tentu bukan dukungan yang buta. Yang dibutuhkan adalah dukungan dengan sikap kritis dan konstruktif dalam memberikan pemikiran.

Terkait dengan beredarnya rilis daftar nama yang akan masuk dalam kabinet Jokowi-JK, Surya memastikan bahwa hal itu tidak benar.

Namun demikian, jika ada kader NasDem yang diminta untuk berkontribusi menjalankan roda pemerintahan ke depan, Surya memastikan akan memberikan kader-kader terbaiknya.

"Kalau diminta, NasDem sangat memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Ketika diminta untuk menjalankan misi pemerintah, tentu kami pikirkan yang terbaik dan efektif menjalankan itu," tegas Surya.

Sebagai salah satu ketum partai yang sejak awal konsisten mendukung Jokowi-JK, Surya menegaskan bahwa dirinya tidak serta merta menerima jika dia ditawari posisi dalam pemerintahan.

"Saya coba diskusikan dulu dengan presiden dan wakil presiden terpilih, apa urgensitas-nya kalau saya diminta. Apakah penting sekali untuk membantu kinerja pemerintah? Kalau memang penting sekali, perlu dipikirkan. Tapi sangat sayang kalau hanya untuk status," kata Surya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Tunggu Masukan Rakyat Soal Susunan Kabinet

Jokowi Tunggu Masukan Rakyat Soal Susunan Kabinet

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 21:02 WIB

PKB Galang Penolakan Pembentukan Pansus Pilpres 2014

PKB Galang Penolakan Pembentukan Pansus Pilpres 2014

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 14:22 WIB

Tidak Ada Jatah untuk Golkar di Kabinet Jokowi-JK

Tidak Ada Jatah untuk Golkar di Kabinet Jokowi-JK

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 07:48 WIB

Wacana Pansus Kecurangan Pilpres, Eva Sundari: Cuma Bikin Ribut

Wacana Pansus Kecurangan Pilpres, Eva Sundari: Cuma Bikin Ribut

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 05:33 WIB

Terkini

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×